LINGGAUKLIK-Kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi ancaman bagi kesehatan, terutama anak-anak.
Kondisi tersebut mendorong jajaran Polres Musi Rawas untuk mengambil langkah preventif dengan turun langsung memberikan perlindungan sekaligus edukasi kepada para pelajar.
Kepedulian itu diwujudkan melalui kegiatan pembagian masker dan edukasi kesehatan yang digelar jajaran Polsek Jayaloka di SD Negeri Marga Tunggal, Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Musi Rawas, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB. Kapolsek Jayaloka, Iptu M. Soleh, S.H., bersama Camat Jayaloka H. Ali Aman, S.Pd., M.M., Ibu Ketua TP PKK Kecamatan Jayaloka, personel Polsek Jayaloka serta Bhabinkamtibmas hadir langsung menyapa para siswa.
Satu per satu pelajar mendapatkan masker medis. Tak hanya membagikan, personel kepolisian juga membantu memasangkan masker kepada siswa untuk memastikan penggunaannya benar.
Sebanyak 100 masker medis dibagikan dalam kegiatan tersebut sebagai langkah sederhana namun penting untuk mengurangi risiko paparan partikel asap yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan.
Di hadapan para pelajar, petugas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik. Anak-anak diingatkan agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan serta menjaga kebersihan dan kesehatan diri.
Edukasi tersebut menjadi penting mengingat paparan asap dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak.
Kapolsek Jayaloka, Iptu M. Soleh, S.H., mengatakan penggunaan masker merupakan salah satu langkah mudah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko terpapar asap.
“Kami mengajak para siswa untuk selalu menjaga kesehatan dan menggunakan masker saat berada di luar rumah, terutama ketika kondisi udara dipengaruhi kabut asap. Kesehatan anak-anak harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Menurutnya, upaya menghadapi dampak Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Diperlukan kepedulian dan sinergi antara kepolisian, pemerintah, sekolah, tenaga pendidik, orang tua serta masyarakat.
Kehadiran polisi di lingkungan sekolah sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan generasi muda. Melalui pendekatan yang humanis, Polri ingin memastikan anak-anak tidak hanya merasa aman, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari pihak sekolah. Kepala sekolah, para guru dan siswa-siswi SD Negeri Marga Tunggal menyambut baik aksi simpatik yang dilakukan jajaran Polsek Jayaloka.
Selain menjadi langkah preventif menghadapi dampak kabut asap, kegiatan ini juga memperkuat semangat “Polisi Sahabat Anak”, dengan menghadirkan sosok polisi lebih dekat dan bersahabat di tengah lingkungan pendidikan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar. Polres Musi Rawas pun terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla.
Menjaga hutan dan lahan bukan hanya tentang melindungi lingkungan, tetapi juga menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat.(linggauklik.com)