Musirawas
Efek Berganda Hulu Migas, Aqila Bocah Sekolah Dasar Lepas Lokus Stunting, UMKM Jayaloka Sukseskan Program MBG Presiden RI
LINGGAUKLIK-Ditahun 2019 hingga 2020, masyarakat Desa Giriyoso, Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Musi Rawas, sempat mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup lantaran harga karet anjlok, sedangkan diketahui bahwa masyarakat Desa Giriyoso bertahap hidup dengan cara berpenghasilan sebagai petani karet.
Selain itu, juga sempat ada warga mengalami stunting lantaran penghasilan berkurang dalam memenuhi kebutuhan hidup akibat kurangnya asupan gizi ditambah lagi dengan adanya pandemi Covid 19 (Corona), sehingga masyarakat terbatas dan terkendala untuk beraktifitas.
Sehingga, PT Medco E&P Indonesia, tidak tinggal diam dikawasan lokasi produksinya, yakni dengan memberikan perhatian, kepedulian, bantuan hingga pelatihan produk olahan kepada empat KWT, diantaranya, KWT Mekar Jaya, Mekar Sari, Subur Makmur dan Sumber Sari.
KWT Mekar Sari, Ernawati mengatakan keberadaan PT Medco E&P Indonesia, sangat membantu bagi kami KWT maupun warga Desa Giriyoso, baik dalam bidang ilmu, bidang kesehatan, hingga perekonomian untuk bertahan hidup khususnya diwilayah pedesaan.
Karena dulu pada tahun 2019 di Desa Giriyoso, termasuk dalam lokus stunting dan dalam daftar list 15 balita mengalami stunting, kemudian KWT Mekar Sari bersama petugas Puskesmas, melakukan kunjungan rumah dan ternyata hanya ada 7 orang balita.
Dan, salah satunya adek Aqila Lana Diva perempuan, buah hasil pasangan suami istri Bapak Winarno dan Ibu Sumarni (anggota KWT Mekar Jaya UMKM dibawa binaan PT Medco E&P Indonesia).
Aqila Lana Diva yang berusia 4 tahun dan saat ini usianya sudah hampir 10 tahun, hampir 5 tahun diberikan perhatian dan pendampingan, akhirnya sudah keluar dari stunting (sembuh), sudah normal, sudah seperti biasa dan sudah mulai masuk Sekolah Dasar, sama halnya dengan 7 balita lainnya.
“Ini merupakan berkat adanya bantuan, pendampingan sekaligus perhatian serta penyuluhan dari PT Medco E&P Indonesia, seperti pemberian bibit sayuran serta pemberian kolam terpal ternak lele, mengelola abon lele dan lain-lain, beserta pemerintah setempat hingga TNI dan Polri, “kata Erna
Erna menjelaskan, mengapa, peran PT Medco E&P Indonesia sangat berpengaruh? karena penghasilan warga disini termasuk orang tua dari adek Aqila yakni petani karet, yang pada saat itu harga karet anjlok ditambah lagi dengan adanya pandemi Covid 19 (corona).
Ibu Sumarni (Ibu Aqila), turut serta membantu produksi Japleng (Jahe, Pinang dan Lengkuas), KWT UMKM Binaan PT Medco E&P Indonesia, bisa menambah pemasukan dan perekonomian keluarganya.
Pada 2019 hingga 2020, karena banyak permintaan dari daerah dan luar daerah, maka dari itu PT Medco E&P Indonesia, memberikan bibit jahe, karena kemarin kendala bahan baku jahe.
“Saat ini, Japleng pemasaran masih daerah hingga keluar daerah seperti daerah Jakarta dan Lampung dan lain-lain, apalagi ada yang merantau ke mana-mana, tidak sedikit memesan Japleng untuk dibawa ke Jakarta maupun Lampung dan daerah lainnya sebagai oleh-oleh dan minuman khasiat,” ucapnya

TUNJUK : Empat Kelompok Wanita Tani (KWT), dibawa binaan PT Medco E&P Indonesia, diantaranya, KWT Mekar Jaya, KWT Mekar Sari, KWT Subur Makmur dan KWT Sumber Sari, Desa Giriyoso, Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Musi Rawas, tunjukan hasil olahan UMKM
Senanda disampaikan, KWT Mekar Jaya, Siti Kalima (Mbak Kalim), mengatakan dibawa binaan PT Energi E&P Indonesia, setidaknya ada beberapa olahan UMKM yang telah diproduksi diantaranya, Japleng, Keripik Tempe, Stik Jahe, Stik Bawang, Serbuk Jahe, Serbuk Kuyit, Serbuk Temulawak, Kerupuk Jengkol, Kerupuk Naste (Nasi Tempe), Kopi, Minyak VCO, Rengginang, Peyek, Kacang Kulit Goreng Sangan dan lain-lain.
Proses pembuatan keripik tempe, awalnya membuat tempe sendiri mulai dari memilih kedele, peredaman, pemecehan kedela, penjemuran hingga menjadi tempe serta diiris menjadi keripik tempe, digoreng hingga siap dikonsumsi, semunya membutuhkan waktu lebih kurang empat hari.
Dan, khusus keripik tempe, banyak peminatnya, dipesan dari warung-warung, selain itu juga mendapat pesanan melalui program Presiden-Wakil Presiden RI, berupa Makan Bergizi Gratis (MBG), ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), saat ini berjalan sudah dua bulan.
“Keripik tempe menyiapkan dua dapur untuk mengelolah keripik tempe, dengan melakukan pembuatan atau produksi sebanyak 50 kg hingga 60 kg, untuk jatah satu minggu mengisi MBG yang berada diwilayah Desa Giriyoso Kecamatan Jayaloka,” paparnya

IRIS : Proses pengirisan Keripik Tempe oleh KWT Mekar Jaya
# KADES GIRIYOSO
Terima Kasih PT Medco E&P Indonesia
Sementara itu, Kepala Desa Giriyoso, Ngatimin mengucapkan sangat-sangat dan sangat berterima kasih kepada PT Medco E&P, karena berkat pendampingan perhatian sekaligus bantuan yang diberikan.
“Sehingga ibu-ibu serta UMKM, yang ada di Giriyoso ini bisa lebih baik dan bisa berkembang sampai saat ini khususnya dalam peningkatan perekonomian dan kebutuhan hidup,” kata Kades Giriyoso
# KETUA DPRD MUSI RAWAS
Sangat Baik Bersifat Positif Bagi Masyarakat
Kemudian, Ketua DPRD Mura, Firdaus Cik Ola, mengatakan dengan adanya keberadaan PT Medco E&P Indonesia, khususnya untuk warga Desa Giriyiso Kecamatan Jayaloka, selaku Ketua DPRD Mura, sangat mendukung dalam melakukan pembinaan ibu-ibu dan UMKM diwilayah tersebut.
“Dan, sebenarnya salah satu kewajiban suatu perusahaan sesuai dengan UU CSR dan perseroan terbatas, untuk berkontribusi, ikut andil sekaligus mensejahterakan warga dan lingkungan ditempat kerjanya beroperasi,” kata Ketua DPRD Mura.
# BUPATI & WABUP MUSI RAWAS
Peran Serta PT Medco E&P Indonesia, Warga Musi Rawas Lepas Lokus Stunting dan Sukseskan Program Presiden RI Melalui MBG
Sempat terpisah, Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Rachmad, didampingi, Wakil Bupati, H Suprayitno mengatakan mewakili pemerintah daerah pastinya sangat mendukung dan merespon baik dengan adanya PT Medco E&P Indonesia, dengan melakukan pembinaan pelatihan sekaligus memberikan bantuan kepada ibu-ibu dan UMKM yang ada di Desa Giriyoso.
Program pendampingan ini dinilai sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM.
Keterlibatan, PT Medco E&P Indonesia, dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan bentuk kolaborasi nyata antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
Sangat mengapresiasi komitmen PT Medco E&P Indonesia, yang tidak hanya beroperasi di sektor energi, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab sosial dengan mendampingi UMKM lokal.
“Salah satu contoh, adik Aqila Lana Diva, bisa keluar dari stunting (sembuh), sudah normal, sama halnya dengan 7 balita lainnya. Serta, produk olahan UMKM turut serta mensukseskan program Presiden-Wakil Presiden RI, berupa Makan Bergizi Gratis (MBG), ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), diwilayah Kecamatan Jayaloka.,” kata Bupati, didampingi Wakil Bupati.
# PT MEDCO E&P INDONESIA
Program Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan Berupa pendampingan di Desa Giriyoso
Terakhir, Support Officer Relation Community Enhancement, Yudhia Karmina SE, mengatakan sebelum ada program dari Medco masyarakat hanya mengandalkan penghasilan dari hasil kebun. Karena tingkat ekonomi masih sangat sulit, Kelompok Wanita Tani di Desa Giriyoso berinisiatif untuk membuka usaha namun terkendala dengan modal, pengetahuan dan keterampilan.
Dari latar belakang tersebut para ibu-ibu Desa Giriyoso ini termotivasi untuk mengikuti program dari Medco untuk meningkatkan perekonomian dan usaha kecil menengah guna menambah wawasan serta ilmu pengetahuan tentang berbagai hal.
Pada tahun 2018, melalui bidang ekonomi dengan program Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) untuk sayuran organik, Medco memberikan pendampingan di Desa Giriyoso melalui kelompok Aligator (Lokal Champion).
Pendampingan yang diberikan seperti pelatihan pengolahan tanah, pembuatan kompos, cara penanaman dan perawatan yang benar serta pelatihan membuat serbuk untuk minuman segar dan makanan Dengan adanya bimbingan dan support dari medco, di setiap rumah-rumah dilaksanakan pembuatan KRPL. Dari hasil yang diperoleh bisa mengurangi pengeluaran anggaran rumah tangga karena yang ditanam berupa sayur- sayuran, bumbu dapur/ rempah dan juga TOGA yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Medco juga memberikan bantuan sarana dan prasarana serta dilakukan berbagai macam pelatihan, seperti cara pengemasan produk dan cara pemasarannya. Kemudian belajar cara pembuatan pupuk organik kering/ kompos dengan memanfaatkan sampah dapur basah dan daun- daunan.
“Bantuan yang diberikan berupa bibit sayuran, waring dan pupuk kompos,” ucap wanita perparas anggun ini.
Pada tahun 2019, perusahaan memberikan pelatihan pengenalan manfaat tanaman tanaman herbal di sekitar rumah warga yang bisa di manfaatkan untuk obat- obatan herbal serperti, serbuk Japleng, serbuk kunyit asam, serbuk daun kelor dan minyak VCO. Di KWT Mekar Jaya juga di berikan bantuan sarana dan prasarana untuk rumah produksi seperti Wastafel, peralatan blender, mesin penggilingan pembuatan serbuk serta bantuan rumah untuk pembibitan dan rumah maggot.
Pada Tahun 2022 Desa Giriyoso mendapatkan bantuan kolam terpal dan bibit ikan lele, untuk pengembangan usaha Abon Lele untuk pemberian makanan tambahan ( PMT ) balita stunting. Pada tahun 2024 bantuan sarana dan prasarana diberikan Medco di antaranya bibit sayuran dan waring untuk pembuatan demplot sayuran di Dusun 3 Desa Giriyoso dan Mesin Giling Ganyong untuk Kelompok Dasawisma Manggis Dusun 2 Sidomulyo.
Pada tahun 2025 ini, perusahaan memberikan bantuan peralatan berupa, mesin pemecah kedelai untuk kelompok Dasawisma Matahari Dusun 1 Sukorejo, Spinner untuk kelompok Dasawisma Kenanga Dusun IV Gunung Sari dan mesin pemotong keripik untuk KWT Mekar Sari Dusun II Sidomulyo serta pemberian pelatihan pembuatan desain kemasan produk makanan KWT dan pemasaran online.(Hendi/linggauklik.com)




