Connect with us

Wujud Nyata Ketahanan Pangan, Polres Musi Rawas Dampingi Petani Jagung Maksimalkan Pengolahan Pascapanen di Jajaran Baru II

Musirawas

Wujud Nyata Ketahanan Pangan, Polres Musi Rawas Dampingi Petani Jagung Maksimalkan Pengolahan Pascapanen di Jajaran Baru II

LINGGAUKLIK-Upaya mewujudkan ketahanan pangan tidak berhenti pada proses menanam dan memanen. Bagi petani, tahap pascapanen menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas sekaligus meningkatkan nilai jual hasil pertanian.

Hal inilah yang turut menjadi perhatian jajaran Polres Musi Rawas melalui pendampingan langsung kepada petani jagung di wilayah hukum Polsek Megang Sakti, Kamis (3/9/2026).

Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan kegiatan monitoring dan pendampingan tersebut menyasar Kelompok Tani Sido Dadi di Desa Jajaran Baru II.

“Petugas hadir untuk memastikan proses penanganan pascapanen, mulai dari penjemuran hingga pemipilan jagung, dilakukan secara optimal,” kata Kapolres

Kapolres menjelaskan, salah satu petani yang mendapat pendampingan adalah Helmi, warga Desa Jajaran Baru II. Dari hasil panen yang diperoleh, kelompok tani tersebut berhasil menghasilkan sekitar 2.000 kilogram jagung pipil berkualitas.

Diketahui data petani, Nama: Helmi, kelompok Tani/Gapoktan: Sido Dadi, lokasi: Desa Jajaran Baru II, komoditas: Jagung pipil
Hasil panen: ±2.000 kilogram

Pendampingan pada tahap pascapanen ini bukan sekadar memastikan hasil panen selesai diproses. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas jagung agar memenuhi standar kadar air yang ditetapkan Perum Bulog.

“Dengan kualitas yang terjaga, hasil panen diharapkan memiliki daya saing lebih baik, memenuhi standar penyerapan, serta memberikan nilai ekonomi yang lebih optimal bagi petani,” ucapnya

Kapolres menambahkan, kehadiran personel kepolisian di tengah aktivitas petani juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program Asta Cita pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong terwujudnya swasembada pangan.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar. Melalui sinergi antara kepolisian dan kelompok tani, diharapkan semangat masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian semakin kuat.

“Sebab, ketahanan pangan bukan hanya tentang seberapa banyak hasil yang dipanen, tetapi juga bagaimana hasil tersebut dikelola dengan baik hingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” akhirnya.(linggauklik.com)

Continue Reading
You may also like...

More in Musirawas

Trending

Terkini

LinggauKlik

To Top