LINGGAUKLIK-Mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau, Polres Lubuk Linggau, Polda Sumatera Selatan, memperkuat kesiapsiagaan dengan menyiapkan lima unit alat semprot pemadam bertenaga mesin dua tak.
Tak sekadar menyiapkan peralatan, jajaran Polres Lubuk Linggau juga langsung membekali personel dengan pelatihan teknis pengoperasian alat tersebut pada Senin siang (7/9).
Pelatihan ini dilakukan untuk memastikan setiap personel memahami cara penggunaan, perawatan hingga prosedur penanganan dalam kondisi darurat secara efektif dan aman.
Persiapan tersebut dikonfirmasi, Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Catur Erwin Setiawan melalui Kabag Ops Kompol Robi Sugara.
Dalam kegiatan itu, Kabag Ops didampingi Kabag Logistik, Kompol Elan Maruli Sitompul, dan para Kapolsek jajaran.
Kompol Robi Sugara menjelaskan, pengadaan alat semprot mesin dua tak merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem penanggulangan karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki medan sulit dijangkau kendaraan pemadam berukuran besar.
Sejumlah lokasi rawan kebakaran di Lubuk Linggau memiliki karakteristik berupa lahan semak, kawasan perbukitan hingga akses jalan yang sempit. Kondisi tersebut membuat kendaraan besar, termasuk unit Air Water Cannon (AWC), tidak selalu dapat menjangkau titik api.
“Alat semprot bertenaga mesin dua tak ini memiliki keunggulan utama berupa ukuran ringan, mudah dibawa, dan mampu menjangkau lokasi-lokasi terpencil maupun sempit yang sulit dijangkau mobil pemadam konvensional. Alat ini menjadi solusi tepat untuk memadamkan titik api sejak awal sebelum meluas menjadi kebakaran besar,” ujar Kompol Robi Sugara.
Dalam pelatihan tersebut, personel mendapatkan pembekalan mulai dari pemeriksaan kondisi peralatan, penyiapan bahan bakar dan campuran, teknik pengoperasian hingga metode penyemprotan air untuk memperoleh tekanan dan daya jangkau maksimal.
Tidak kalah penting, personel juga diberikan pemahaman mengenai batas kemampuan alat, prosedur keselamatan kerja serta tata cara perawatan rutin.
Langkah ini dilakukan agar seluruh peralatan selalu berada dalam kondisi prima dan siap digunakan sewaktu-waktu ketika terjadi kebakaran.
Kehadiran lima unit alat semprot tersebut menjadi bagian dari strategi penanggulangan karhutla secara berlapis.
Kendaraan pemadam berukuran besar dapat difokuskan untuk menangani titik api di kawasan terbuka dan akses utama, sementara alat semprot mesin dua tak dapat diterjunkan oleh tim kecil untuk menyisir dan menjangkau titik api di lokasi yang sulit dilalui kendaraan.
Dengan personel yang terlatih dan peralatan yang lebih fleksibel, respons terhadap munculnya titik api diharapkan dapat dilakukan lebih cepat. Pemadaman sejak dini menjadi kunci agar api tidak berkembang dan meluas menjadi bencana yang lebih besar.
Kapolres Lubuk Linggau, Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Catur Erwin Setiawan, menegaskan bahwa kesiapan sarana dan keterampilan personel merupakan faktor penting dalam keberhasilan penanggulangan karhutla.
Sinergi antara peralatan yang memadai, personel yang terampil serta kesadaran masyarakat diharapkan mampu menekan potensi kerugian lingkungan, ekonomi dan kesehatan akibat kebakaran.
“Melalui langkah antisipatif tersebut, Polres Lubuk Linggau menunjukkan komitmennya untuk memastikan wilayah hukum Lubuk Linggau tetap aman dari ancaman karhutla, sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih, hijau dan asri selama musim kemarau,” akhirnya.(linggauklik.com)