Connect with us

Dirikan “Bank Masker”, Polres Musi Rawas Cegah Ancaman ISPA Bagi Lansia dan Anak-Anak

Musirawas

Dirikan “Bank Masker”, Polres Musi Rawas Cegah Ancaman ISPA Bagi Lansia dan Anak-Anak

LINGGAUKLIK-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai membawa dampak terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Musi Rawas.

Gangguan pernapasan yang berpotensi berkembang menjadi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mulai dirasakan, terutama oleh kelompok masyarakat yang rentan seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia).

Kondisi tersebut mendorong Polres Musi Rawas mengambil langkah cepat dengan mendirikan posko “Bank Masker” di Mapolres Musi Rawas, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas.

Bank Masker ini menjadi salah satu upaya kepolisian untuk membantu masyarakat melindungi diri dari paparan asap dan buruknya kualitas udara akibat karhutla.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan dengan memadamkan api. Menurutnya, dampak kesehatan yang muncul akibat pencemaran udara juga harus menjadi perhatian serius.

“Penanganan karhutla ini tidak hanya melalui kegiatan pemadaman api, penegakan hukum dan sosialisasi edukasi preemtif terhadap bahaya karhutla. Adanya gangguan pernapasan juga merupakan ancaman bagi kita semua,” jelasnya.

Kapolres menyebut, berdasarkan laporan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten Musi Rawas masuk dalam kategori tidak sehat, bersama sejumlah daerah lainnya seperti Kota Palembang, Prabumulih, Musi Banyuasin dan Lahat.

“Hal ini harus menjadi perhatian kita,” tegas Agung.

Kembali, Kapolres menjelaskan, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, Polres Musi Rawas membuka donasi masker melalui Bank Masker. Bantuan datang dari berbagai pihak, mulai dari tokoh masyarakat, pengusaha hingga perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Musi Rawas.

Masker yang terkumpul kemudian didistribusikan ke berbagai lokasi yang banyak beraktivitas masyarakat, di antaranya sekolah, masjid dan tempat ibadah, pengguna jalan, petani, serta masyarakat umum. Namun, perhatian khusus diberikan kepada anak-anak dan lansia.

“Masker ini telah kami salurkan ke sekolah-sekolah, masjid, tempat ibadah, pengguna jalan, para petani dan masyarakat lainnya. Sasaran utamanya adalah anak-anak dan lansia, karena kaum rentan ini yang berisiko terkena ISPA,” terang Kapolres.

Kapolres beharap hal ini dapat membantu masyarakat mengurangi risiko gangguan pernapasan selama kualitas udara masih terdampak asap karhutla.

Di sisi lain, Kapolres mengingatkan bahwa upaya melindungi masyarakat dari dampak karhutla harus dibarengi dengan kesadaran bersama untuk mencegah munculnya titik api.

“Kami mengharapkan semua pihak untuk peduli dengan karhutla. Jangan bakar hutan dan lahan,” akhirnya.(linggauklik.com)

Continue Reading
You may also like...

More in Musirawas

Trending

Terkini

LinggauKlik

To Top