Sumsel
Sasaran Sekolah di Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara, Reses DPRD Sumsel Tampung Aspirasi Guru dan Siswa
LINGGAUKLIK-Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Pemilihan (Dapil) VIII menggelar kegiatan reses masa sidang V tahun 2026, kegiatan ini guna menyerap aspirasi dari Masyarakat di tiga wilayah yakni, Musi Rawas, Lubuklinggau dan Musi Rawas Utara (Muratara).
Kegiatan reses sendiri berlansung selama tiga hari yakni dari tanggal 10 Februari hingga tanggal 12 Februari 2026.
Hari pertama reses, para wakil rakyat Anggota DPRD Sumsel, Elvaria Novianti (PKB) , Hj. Rita Suryani (PDI-P),Rikca Novianti (Gerindra), Mohammad Al Amin (Golkar), Bembi Perdana (PKS) H. Toyeb Rakembang (PAN) , dan H. Hendra Gunawan (NasDem).
Reses berlangsung dialogis saat menyambangi SMA Negeri Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas, Selasa (10/2/2026).
Sejumlah pelajar bahkan mempertanyakan praktik money politic yang dinilai masih sering terjadi dalam setiap kontestasi politik.
Kegiatan berlangsung dalam suasana santai dan interaktif. Masyarakat, tenaga pendidik hingga pelajar diberi kesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung.
Kepala SMA Negeri Purwodadi, Agus Salim, mengatakan kehadiran anggota DPRD menjadi momen penting membangun komunikasi antara dunia pendidikan dan pemerintah provinsi.
“Kami mengucapkan terima kasih karena anggota DPRD Sumatera Selatan telah bersedia hadir di sekolah kami,” ujarnya.
Ia menjelaskan sekolah yang dipimpinnya memiliki 824 siswa dengan luas hampir dua hektare serta lapangan yang dimanfaatkan masyarakat sekitar. Sekolah juga telah menerima program MBG dan berjalan tanpa kendala berarti.
Namun pihak sekolah masih membutuhkan dukungan sarana, terutama pembangunan pagar dan mesin pemotong rumput.
“Sebenarnya sekolah kami aman, namun akan lebih aman jika memiliki pagar,” katanya.
Koordinator reses, Elvaria Novianti, kemudian memperkenalkan seluruh anggota dewan dan mengajak peserta berdiskusi terbuka.
Guru SMA Negeri Purwodadi, Riza Anggraini, menyoroti rendahnya minat generasi muda memilih profesi guru. Ia mempertanyakan apakah kesejahteraan guru menjadi faktor penyebab dan mengusulkan beasiswa pendidikan bagi guru tidak dibatasi usia.
Sementara itu, Arjuna, salah satu pelajar, mengangkat isu politik praktis.
“Mengapa money politic masih terjadi dan apakah bisa dihilangkan?” tanyanya.
Pelajar lainnya, Wanda Lestari, mempertanyakan soal keadilan hukum seperti kasus salah tangkap.
Sedangkan Ahmad meminta perbaikan jembatan rusak yang dinilai berbahaya.
Aspirasi lain yang disampaikan meliputi rendahnya minat baca, kebutuhan buku pendamping setiap tahun, hingga penambahan kuota beasiswa bagi siswa kelas XII.
Menanggapi berbagai pertanyaan, anggota DPRD Sumsel menjelaskan kewenangan pemerintah provinsi, mekanisme pengusulan program, serta tahapan realisasi aspirasi melalui jalur legislatif.
“Kami hadir untuk mendengar langsung suara masyarakat. Semua masukan akan kami catat dan perjuangkan sesuai kewenangan provinsi,” ujar Mohammad Al Amin.
Ia juga langsung merespons permintaan sekolah terkait mesin pemotong rumput yang akan segera dipenuhi, sementara pembangunan pagar akan diproses sesuai mekanisme anggaran.
Usai dari Purwodadi, rombongan melanjutkan reses ke SMA Muhammadiyah di Kecamatan Tugumulyo.

Kegiatan Reses di Sekolah Purwodadi
Pimpinan Muhammadiyah Musi Rawas, Gufron, menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut. Ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada sekolah swasta.
“Kami memiliki lembaga pendidikan, namun masih kekurangan anggaran dan berharap ada dukungan pemerintah,” katanya.
Reses selanjutnya dilanjutkan pada hari kedua, Rabu (11/2/2026) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Pertama mereka mengunjungi SMA Negeri Surulangun,Kedatangan para legislator disambut langsung kepala sekolah, dewan guru, serta para siswa.
Dalam sambutannya,Nasir selaku Kepala sekolah, pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas kehadiran anggota DPRD Sumsel yang telah meluangkan waktu berdialog langsung dengan warga sekolah.
“Suatu kehormatan bapak dan ibu bisa hadir di sekolah kami melaksanakan reses. Semoga ini menjadi pintu silaturahmi dan dapat membantu sekolah,” ujar kepala sekolah.
Dalam sesi dialog, seorang pelajar bernama Rana mengusulkan pembangunan pagar sekolah agar siswa tidak keluar masuk sembarangan saat jam pelajaran.
Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Sumsel Bembi Perdana menyampaikan usulan pembangunan pagar akan dicoba untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme yang ada.
Selain itu, muncul pula aspirasi terkait kebutuhan halte bus sekolah dan ketersediaan gas LPG 3 kilogram (gas melon) bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan reses di Sekolah Surulangun Muratara
Reses kemudian dilanjutkan ke SMA Negeri Rupit. Rombongan disambut Kepala Sekolah Muhammad Arif, komite sekolah, guru, siswa, serta tari sambut.
Dalam sambutannya, M. Arif berharap para siswa kelak dapat menjadi pemimpin masa depan bangsa serta meminta dukungan moril dan material bagi kemajuan sekolah. Ia juga mempersilakan siswa dan guru menyampaikan aspirasi secara terbuka.
Ketua OSIS Dafa Bakti menanyakan arah kebijakan atau resolusi DPRD terkait bidang pendidikan.
Sementara Vinalia, guru PPPK paruh waktu, mempertanyakan kepastian status dan kesejahteraan PPPK paruh waktu.
Aina, salah satu siswi, menyampaikan keluhan mengenai siswa kurang mampu yang belum mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk melanjutkan kuliah.
Guru Khairudin juga mengungkapkan selama 25 tahun mengabdi belum pernah menerima bantuan dari pemerintah provinsi. Ia mengusulkan perbaikan mushala serta rehabilitasi gapura sekolah.
Menanggapi hal itu, anggota DPRD Sumsel Elvaria Novianti menyatakan pihaknya akan membantu terkait perbaikan mushala. Sementara untuk gapura sekolah, ia menjelaskan harus diajukan melalui proposal dan akan dipertimbangkan, dengan prioritas utama tetap pada kebutuhan yang lebih mendesak seperti jalan dan jembatan.
Anggota DPRD Sumsel dari Fraksi PDI Perjuangan, Rita Suryani, menambahkan SMA Negeri Rupit menjadi salah satu perhatian pihaknya. Ia memastikan aspirasi yang disampaikan telah dicatat dan akan diperjuangkan dalam pembahasan di tingkat provinsi.
Rica Novlianti turut menjawab, dan menjelaskan fungsi DPRD. Ia juga menjelaskan tentang program makan bergizi gratis (MBG) .
Hari ketiga pelaksanaan reses, Kamis (12/2/2026) Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) VIII melaksanakan kegiatan reses di Kota Lubuklinggau,
Pada hari ketiga reses, rombongan wakil rakyat yang hadir diantaranya Elvaria Novianti, Hj. Rita Suryani, Rikca Novianti, Mohammad Al Amin, Bembi Perdana, H. Toyeb Rakembang, dan H. Hendra Gunawan.
Kunjungan pertama dilakukan di SMA Negeri 3 Lubuklinggau. Kepala sekolah Fachrudin menyampaikan apresiasi atas kehadiran para anggota DPRD Sumsel yang telah datang langsung mendengar aspirasi dunia pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah menyampaikan beberapa kebutuhan prioritas, di antaranya pembangunan area parkir khusus guru, perluasan mushola, serta persoalan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang belum dibayarkan.
“Terkait gaji PPPK paruh waktu saat ini belum dibayar, kami berharap dapat diperjuangkan,” ujar Fachrudin.
Sejumlah guru dan siswa juga menyampaikan keluhan. Guru Kusmadi menanyakan persoalan tunjangan beras bagi PPPK penuh waktu serta kepastian perpanjangan kontrak kerja.
Sementara siswa Miftahul Huda meminta perbaikan fasilitas sekolah seperti laboratorium, komputer, toilet, hingga sarana olahraga yang banyak mengalami kerusakan, serta peningkatan beasiswa bagi pelajar kurang mampu.
Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Sumsel Hj. Rita Suryani menyampaikan pihaknya telah membawa persoalan PPPK hingga ke DPR RI dan kementerian terkait agar status PPPK paruh waktu dapat menjadi penuh waktu.

Anggota DPRD Dari Fraksi PDIP Hj.Rita Suryani saat memberikan tanggapan
“Kami sudah berjuang untuk kesejahteraan para PPPK dan terus mengawal persoalan ini,” ujarnya.
Sementara itu, H. Toyeb Rakembang berharap ke depan tidak ada lagi praktik titipan dalam penerimaan siswa baru serta berjanji mengupayakan perluasan mushola.
“Terkait PPPK, yang rajin tentu kita perjuangkan. Yang malas tidak perlu diperpanjang,” katanya.
H. Hendra Gunawan menambahkan dirinya bersama anggota dewan lainnya mendapat amanat mewakili masyarakat di tiga wilayah, yakni Musi Rawas Utara, Musi Rawas dan Lubuklinggau, sehingga berbagai persoalan pendidikan akan terus diperjuangkan.
“Kami hadir juga untuk memberi motivasi kepada para siswa agar tetap semangat karena kalian adalah generasi penerus,” ucapnya.
Kunjungan ke SMA Negeri 5 Lubuklinggau
Reses kemudian dilanjutkan ke SMA Negeri 5 Lubuklinggau. Kepala sekolah H. Jamaluddin meminta bantuan perluasan lahan parkir serta mengajak para siswa memanfaatkan kesempatan berdialog langsung dengan anggota DPRD Sumsel
Pelajar bernama Agam menyampaikan kebutuhan perbaikan fasilitas sekolah akibat banyak ruang kelas mengalami kebocoran.
Sementara salah seorang Guru, Feriansyah mengeluhkan sering terjadinya kecelakaan karena kondisi lahan parkir yang sempit serta meminta penimbunan lahan, peninggian pagar sekolah untuk mengantisipasi pencurian, dan rehabilitasi lapangan olahraga.
Selanjutnya,seorang, Siswi Viona juga mempertanyakan persoalan bantuan sosial yang dinilai belum tepat sasaran dan meminta solusi dari DPRD.
Menanggapi usulan tersebut, Koordinator Reses Elvaria Novianti meminta pihak sekolah menyiapkan proposal resmi agar dapat ditindaklanjuti melalui jalur anggaran.
“Terkait permintaan infrastruktur, silakan siapkan proposalnya, nanti akan kami perjuangkan,” ujarnya.
Di penghujung kegiatan, anggota DPRD Sumsel Mohammad Al Amin memberikan motivasi kepada para pelajar agar menjauhi narkoba dan berhati-hati dalam memilih pergaulan.
Menurutnya, lingkungan pertemanan sangat mempengaruhi sikap dan masa depan seseorang.
“Kalau sering ke masjid kemungkinan mendapat teman yang rajin mengaji dan salat. Tapi jika berteman dengan pemakai narkoba, bukan tidak mungkin kalian ikut terpengaruh. Jadi harus selektif dalam pergaulan,” pesannya.
Kegiatan reses ini diharapkan menjadi sarana penyerapan aspirasi langsung dari dunia pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sarana prasarana serta kesejahteraan tenaga pendidik di wilayah Lubuklinggau dan sekitarnya.(rdw)




