Connect with us

Hindari Konflik dan Blokir Jalan, Polres Muratara Didesak Tutup Tambang Emas Ilegal

Foto aktivitas tambang emas ilegal di muratara menggunakan alat berat

Muratara

Hindari Konflik dan Blokir Jalan, Polres Muratara Didesak Tutup Tambang Emas Ilegal

LINGGAUKLIK-Aktivitas pertambangan emas ilegal (PETI) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, semakin meresahkan dan mencapai tingkat darurat.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum (APH) yakni Polres Muratara untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap praktik Pertambangan Emas yang merusak hutan dan membuat air sungai di Muratara sangat keruh.

Desakan ini muncul di tengah meningkatnya gerakan masyarakat yang menolak aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut.Bahkan warga mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran dan akan blokir jalan bila Polres Muratara tak dapat menutup tambang emas ilegal.

“Kami meminta kepada Polres Muratara, Polda Sumsel untuk menindak lanjut air keruh di sungai rupit dan rawas,”kata warga Kabupaten Muratara Frengki kepada Linggauklik.com, Jumat (1/5/2026).

Menurut Frengki, kegiatan tambang di Kabupaten Muratara sudah semakin brutal dan Sudah tidak bisa ditoleransi lagi, menurutnya kegiatan ini sudah diluar batas.

Kenapa diluar batas sambung dia, aktivitas tambang ini sudah merusakan kawasan hutan, bahkan tidak main-main mereka melakukan aktivitas dengan menggunakan alat berat.

Jadi terang dia, Kepolisian jangan hanya diam saja, kasian Masyarakat yang terdampak akibat ulah oknum demi keuntungan pribadi. Ini bukanlah persoalan main-main.

“Apabila air sungai tidak jernih jangan salahkan kami Masyarakat Muratara akan mengadakan aksi demo besar-besaran, bahkan kami akan memblokade jalan Lintas Sumatera dalam waktu dekat ini,”terang dia.

Dia mengungkap, jika Masyarakat Kabupaten Muratara sudah capek dibohongi terus menerus oleh Kapolres Muratara.

“Kami mau lihat kinerja bapak Pokres Muratara untuk menuntaskan kasus ini,”tutupnya.(rdw)

More in Muratara

Trending

Terkini

LinggauKlik

To Top