LINGGAUKLIK-Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Dinas Kesehatan (Dinkes), TP PKK Kabupaten Musi Rawas dan Adinkes, melakukan percepatan sekaligus Penuntasan AIDS, Tuberkulosis (TB), dan Malaria di wilayah Kabupaten Musi Rawas.
Dimana kegiatan tersebut diupayakan melalui Dialog Interatif Penguatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Kabupaten Musi Rawas dipusatkan Auditorium Pemkab Musi Rawas, Selasa (19/5/2026).
Hadir dalam kegiatan, Wakil Bupati Musi Rawas, H Suprayitno, Ketua TP PKK Kabupaten Musi Rawas, H Riza Novianto Gustam, Kepala DPMD, Adi Winata, Sekretaris Dinkes, Edward serta narasumber Executive Board Adinkes, Sawidjan Gunadi dan para camat, kades serta pengurus TP PKK se Kabupaten Musi Rawas.
Dalam kesempatan itu, Kepala DPMD Kabupaten Musi Rawas, Adi Winata mengatakan mewakili aparatur khusus di kecamatan, kelurahan dan pendesaan, turut serta mendukung dan mensukseskan kegiatan Dialog Interatif Penguatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Kabupaten Musi Rawas.
“Oleh sebab itu, mengerakan semua lini mulai dari camat, lurah, kades serta seluruh masyarakat Kabupaten Musi Rawas, siap berupaya mewujudkan dan menargetkan zero TB,” kata Adi Winata
Senada disampaikan, Ketua TP PKK Kabupaten Musi Rawas, H Riza Novianto Gustam, mengatakan tentunya tidak terlepas dari peran PKK artinya sebagai mitra sesuai dengan 10 program kerja PKK, guna mendukung program kerja Dinas Kesehatan khususnya Penguatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Kabupaten Musi Rawas.
“Salah satu contoh di Posyandu kita bisa masuk melalui kader-kader kita. Selain itu PKK juga akan mengawal Tim Desa nanti, khususnya dalam AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria, dengan harapan sekaligus target mewujudkan zero TB,” ucapnya
Kemudian dalam sambutannya, Wakil Bupati Musi Rawas, H Suprayitno mengatakan Pemkab Musi Rawas berikan atensi terhadap penanggulangan AIDS, Tuberkolosis Malaria (ATM) sebagai penyakit menular, yang mana menjadi masalah kesehatan di Indonesia.
Adapun, secara global Indoensia berada di Posisi ke-2 Tuberkolosis setelah India, yakni 1.090.000 kasus positive dan kematian sebanyak 125.000 jiwa berdasarkan data Kemenkes RI tahun 2025.
“Sementara itu, untuk di Kabupaten Musi Rawas kasus tuberkolosis terhitung sebanyak 762 Kasus, HIV 26 Kasus yang terbesar dibeberapa kecamatan sedangkan malaria kita Musi Rawas sudah menerima sertifikat Eliminasi Malaria tahun 2022 dari Kementrian Kesehatan RI,” ungkap H. Suprayitno.
Sedangkan, lanjut Pria Politisi Partai Gerindra Kabupaten Musi Rawas ini. Bahwa, penanggulangan terhadap Tuberkulosis dan AIDS sudah menjadi, salah satu Program yang tertugan dalam RPJM.
“Bahkan, menjadi fokus utama adalah mencapai Eliminasi TBC dan penularan penyakit AIDS ditargetkan berhenti di tahun 2030, melalui kampanye Three Zero, artinya tidak ada infeksi baru, tidak ada kematian akibat AIDS dan DiskriminasI ODHA (Orang Positive HIV)” paparnya.
Terakhir, Executive Board Adinkes, Sawidjan Gunadi menambahkan kegiatan ini merupakan langka yang pertama dalam mengatasi TB, maka dari kita bersama-sama mengatasi ini semua dengan cara melibatkan dinas-dinas terkait.
“Karena, tanpa adanya kerjasama maka pemasalahan TB ini tidak akan bisa kita atasi. Salah satu penyebab TB yakni pola makan melalui kebutuhan gizi, artinya apabila gizinya tidak baik maka sulit untuk mengatasinya. Oleh sebab itu, butuh kerjasama salah satunya Dinas Sosial, karena berkaitan dengan gizi yakni tidak lepas dari perekonomian,” singkatnya.(linggauklik.com)