Connect with us

Warga Desa Belani Resah, Limbah Pengeboran PT. SRMD Cemari Perkebunan

Foto petugas terkait saat mengambil sampel limbah dari pengeboran PT. SRMD Muratara

Muratara

Warga Desa Belani Resah, Limbah Pengeboran PT. SRMD Cemari Perkebunan

LINGGAUKLIK-Warga Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara diresahkan dengan limbah cair yang diduga berasal dari aktivitas pengeboran minyak milik PT. Sele Raya Merangin Dua (SRMD).

Limbah cair tersebut masuk ke dalam perkebunan warga, sehingga warga khawatir limbah cair tersebut mengandung zat berbahaya dan beracun, sehingga ditakutkan dapat menyebabkan perkebunan kelapa sawit mati.

“Kita sudah tmeminta pihak perusahaan membangun tanggul penahan limbah sesuai standar keselamatan lingkungan. Namun, permintaan tersebut diabaikan,”kata Jepi kepada wartawan, Jumat (9/1/2026).

Lanjut dia, sehingga akibat kelalaian tersebut, limbah cair yang diduga dari sumur WB20 meluber dan masuk ke lahan produktif masyarakat.

Jepi menegaskan bahwa perjuangan warga bukanlah upaya menghambat investasi, melainkan menuntut tanggung jawab hukum dan perlindungan atas hak konstitusional masyarakat terhadap lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Dirinya menyebut atas laporan warga, Kepolisian dari Polres Muratara dan tim laboratorium sudah melakukan pengambilan sampel air limbah di lokasi pengeboran, dan warga sangat menunggu hasil lab keluar.

“Yang kita sesalkan hasil lab belum keluar, aktivitas pengeboran tidak sepenuhnya dihentikan,”tegas dia.

Menurut dia, warga mempertanyakan dasar hukum permintaan perusahaan agar kegiatan tetap berjalan selama proses uji laboratorium berlangsung. Padahal, prinsip kehati-hatian dan pencegahan dini merupakan mandat utama dalam pengelolaan lingkungan hidup, terlebih jika terdapat indikasi limbah B3.

Sementara itu, Rendi selaku Humas PT SRMD menyatakan bahwa pengambilan sampel merupakan tindak lanjut dari mediasi sebelumnya untuk membuktikan benar atau tidaknya dugaan pencemaran.

“Namun, pihak perusahaan tetap menghendaki agar aktivitas pengeboran berjalan hingga hasil laboratorium keluar,”ungkap Rendi.(rdw)

More in Muratara

Trending

Terkini

LinggauKlik

To Top