Connect with us

Kekeringan Kian Terasa, Polsek BTS Ulu Distribusikan 15 Ribu Liter Air untuk Antisipasi Karhutla

Musirawas

Kekeringan Kian Terasa, Polsek BTS Ulu Distribusikan 15 Ribu Liter Air untuk Antisipasi Karhutla

LINGGAUKLIK-Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau mendorong Polsek BTS Ulu Polres Musi Rawas mengambil langkah antisipasi.

Sebanyak 15.000 liter air disalurkan untuk warga Dusun Kupok, Desa Lubuk Pauh, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas, sebagai cadangan menghadapi potensi kebakaran.

Penyaluran air tersebut dilakukan pada Sabtu, 19 September 2026, sekitar pukul 13.00 WIB, dipimpin langsung Kapolsek BTS Ulu, AKP Fauzan Aziman, S.H., bersama empat personel.

Langkah tersebut dilakukan setelah warga menyampaikan permohonan bantuan lantaran sejumlah sumber air di sekitar lokasi mulai mengering akibat kondisi kemarau. Keterbatasan air menjadi perhatian tersendiri, mengingat ketersediaan air sangat dibutuhkan untuk melakukan pemadaman awal apabila sewaktu-waktu muncul titik api.

Sesampainya di lokasi, personel Polsek BTS Ulu langsung mengisi sejumlah tempat penampungan air yang telah disiapkan masyarakat.

Sedikitnya 10 bak penampungan berbahan terpal plastik, serta sejumlah drum plastik dan mini tangki air yang berada di sekitar rumah dan pondok kebun warga, diisi sebagai persediaan menghadapi kemungkinan terjadinya karhutla.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Polsek BTS Ulu berkoordinasi dengan pihak perusahaan. Bantuan berupa satu unit truk tangki berkapasitas 15.000 liter disediakan PT PWS, subkontraktor PT Sleraya, untuk mendukung penyaluran air kepada masyarakat.

Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan langkah yang dilakukan jajaran Polsek BTS Ulu merupakan bagian dari kesiapsiagaan dalam membantu masyarakat menghadapi ancaman karhutla.

“Alhamdulillah, hari Minggu dan Senin malam ini telah turun hujan di sebagian besar wilayah Kab Musi Rawas,” ujar AKBP Agung Adhitya Prananta.

Kapolres menjelaskan, hujan yang turun di sebagian besar wilayah Musi Rawas menjadi kabar baik bagi masyarakat setelah sebelumnya menghadapi kondisi kemarau dan keterbatasan sumber air di sejumlah lokasi.

Meski demikian, kewaspadaan terhadap potensi karhutla tetap diperlukan. Kondisi cuaca yang kembali panas dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, khususnya di kawasan yang memiliki vegetasi dan lahan kering.

Dengan tambahan 15.000 liter air, warga Dusun Kupok kini memiliki persediaan yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan pemadaman awal jika terjadi kebakaran lahan.

“Langkah antisipatif ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus mempercepat penanganan apabila muncul titik api, sehingga api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar dan meluas,” jelasnya

Lebih lanjut, Kapolres mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi karhutla serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.

“Penanganan sedini ini mungkin dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” akhirnya.(linggauklik.com)

Continue Reading
You may also like...

More in Musirawas

Trending

Terkini

LinggauKlik

To Top