Connect with us

Ketua DPRD Devi Arianto Dorong Peran Pemuda Bangun Muratara

Ketua DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Devi Arianto, SH, menghadiri Simposium Daerah Temu Aktivis Pemuda dan Mahasiswa Musi Rawas Utara

Muratara

Ketua DPRD Devi Arianto Dorong Peran Pemuda Bangun Muratara

MURATARA-Ketua DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Devi Arianto, SH, menghadiri Simposium Daerah Temu Aktivis Pemuda dan Mahasiswa Musi Rawas Utara yang digelar Gerakan Mahasiswa Muratara (GEMATARA) di Kings Caffe, Jumat (7/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Devi Arianto hadir sebagai narasumber bersama Wakil Bupati Muratara Junius Wahyudi dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Muratara, Alfirmansyah Karim.

Simposium ini mengusung tema “Masa Depan Daerah Ada di Tangan Pemuda: Menguatkan Fungsi Pemerintah Daerah dalam Mendorong Partisipasi Generasi Muda”. Tema tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses pembangunan serta perlunya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan elemen kepemudaan.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka bagi mahasiswa, aktivis pemuda, organisasi kepemudaan, dan berbagai elemen masyarakat untuk menyampaikan gagasan, pandangan, serta aspirasi terkait masa depan pembangunan Kabupaten Musi Rawas Utara.

Dalam forum tersebut, kehadiran Ketua DPRD Muratara diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara lembaga legislatif dan generasi muda, khususnya dalam mendorong kebijakan daerah yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan arah kemajuan daerah. Karena itu, partisipasi pemuda tidak cukup hanya diwujudkan melalui diskusi, tetapi juga perlu didorong melalui keterlibatan aktif dalam menyampaikan aspirasi, memberikan kritik konstruktif, serta menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan.

Sebagai lembaga legislatif daerah, DPRD memiliki peran dalam menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, termasuk suara mahasiswa dan organisasi kepemudaan.

Melalui simposium ini, diharapkan terbangun pemahaman bersama mengenai pentingnya membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan daerah.

Simposium berlangsung dalam suasana interaktif. Para peserta terlibat dalam diskusi mengenai berbagai persoalan daerah, pentingnya kolaborasi lintas sektor, serta harapan terhadap kebijakan pemerintah yang lebih responsif terhadap kebutuhan generasi muda.

Forum tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemangku kebijakan dan kalangan pemuda. Komunikasi yang terbuka dinilai penting agar gagasan serta kritik dari mahasiswa dan aktivis dapat menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan daerah.(rdw)

More in Muratara

Trending

Terkini

LinggauKlik

To Top