
LINGGAUKLIK-PT KIS Toyota Tsusho Biomethane Indonesia (“KTBI”), perusahaan hasil kerja sama strategis dalam bentuk joint venture (JV) yang didirikan pada September 2026 oleh PT KIS Biofuels Indonesia (“KBI”), bagian dari KIS Group, dan PT Toyota Tsusho Indonesia (“TTI”), bagian dari Toyota Tsusho Group, bekerja sama dengan PT Agro Muara Rupit (“AMR”), bagian dari SIPEF Group, melaksanakan upacara groundbreaking pembangunan pabrik BioCNG® komersial pertama KTBI.
Proyek ini juga merupakan kolaborasi BioCNG® kedua antara KIS Group dan SIPEF Group serta menjadi proyek ke-6 KIS Group.
BioCNG® yang diproduksi di pabrik KTBI yang berlokasi di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT AMR akan disalurkan ke titik injeksi gas di PGN Pagardewa untuk selanjutnya dipasok kepada pelanggan di Pulau Jawa, Indonesia, melalui jaringan pipa yang telah tersedia.
Upacara groundbreaking tersebut dihadiri oleh K.R. Raghunath, Founder dan CEO KIS Group – Sustainability²; Toru Murakami, Presiden Komisaris KTBI; Jonathan Fun, Director of Operations SIPEF: Chandran Govindasamy, Regional Director South Sumatra SIPEF Group; serta perwakilan dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PGN, BKPM, KLH, dan berbagai pemangku kepentingan pemerintah dan industri lainnya.

Sorotan Proyek
Pabrik BioCNG® akan dikembangkan dengan model Build-Own-Operate-Transfer (BOOT) dan dijadwalkan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2027. Fitur utama proyek ini meliputi:
Pabrik biogas dengan sistem penangkapan metana dari Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (POME) milik PT AMR yang dibangun oleh KIS Group telah selesai dibangun, melalui proses komisioning, dan mulai beroperasi sejak Agustus 2026.
Pabrik BioCNG® ini direncanakan memasok sekitar 150.000 MMBTU BioCNG® per tahun kepada pelanggan di Indonesia untuk menggantikan penggunaan gas alam konvensional dalam kegiatan operasional Toyota Motor di Pulau Jawa, Indonesia.
Proyek ini diperkirakan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 80.000 ton CO2 ekuivalen per tahun melalui penangkapan metana dan penggantian gas alam konvensional dengan BioCNG
“Groundbreaking proyek ke-6 KIS Group merupakan tonggak penting dalam komitmen berkelanjutan kami untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujar K.R. Raghunath, Founder dan CEO KIS Group – Sustainability². “Bersama para pemimpin industri seperti SIPEF Group, Toyota Tsusho, dan PGN, kami menunjukkan bahwa solusi energi terbarukan dalam skala komersial dapat diterapkan secara efektif sekaligus memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat.” – K.R. Raghunath, Founder dan CEO KIS Group – Sustainability²
“Groundbreaking ini merupakan tonggak penting bagi KTBI dalam mengolah limbah cair pabrik kelapa sawit menjadi biometana yang bersih dan terbarukan,” ujar Toru Murakami, Presiden Komisaris KTBI dan Presiden Direktur Toyota Tsusho Indonesia (TTI). “Bersama KIS Group, SIPEF Group, TMMIN, PGN, serta mitra pemerintah, kami berkomitmen untuk membangun ekosistem gas alam terbarukan yang mendukung ketahanan energi Indonesia, dekarbonisasi industri, serta pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang.” – Toru Murakami, Presiden Komisaris KTBI dan Presiden Direktur TTI
“Bagi SIPEF, proyek ini mencerminkan komitmen kami untuk terus mengurangi emisi gas rumah kaca dan jejak karbon. Limbah cair pabrik kelapa sawit menghasilkan metana yang sebelumnya kami tangkap dan lakukan flaring. Dengan adanya pabrik BioCNG ini, kami dapat melangkah lebih jauh dengan mengolah gas tersebut menjadi bahan bakar terbarukan, mengemasnya, dan menyediakannya kepada pelanggan untuk digunakan dalam mengurangi emisi dari kegiatan operasional mereka.
Inilah yang menjadikan proyek ini penting bagi kami. Proyek ini memungkinkan SIPEF memanfaatkan sumber daya yang telah kami miliki secara lebih optimal, sekaligus membantu pihak lain dalam mencapai tujuan dekarbonisasi mereka.” – Jonathan Fun, Director of Operations SIPEF

Sementara itu, Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H. Devi Suhartoni, menyambut positif inovasi pemanfaatan sampah menjadi energi terbaru. Menurutnya, gagasan tersebut merupakan langkah brilian yang dapat menjadi katalisator dalam mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi sekaligus memberikan nilai ekonomi.
“Ini sangat bagus. Energi terbaru dari limbah/sampah merupakan ide yang brilian. Limbah/sampah tidak lagi hanya dipandang sebagai masalah, tetapi bisa diolah menjadi energi yang bermanfaat dan memiliki nilai tinggi,” kata H. Devi Suhartoni.
Bupati menilai, inovasi tersebut perlu terus didorong dan dipromosikan agar semakin dikenal masyarakat luas. Selain membantu mengurangi persoalan lingkungan, pemanfaatan sampah menjadi energi juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru.
Dengan pengelolaan yang tepat, limbah/sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat ditransformasi menjadi sumber energi sekaligus produk yang memiliki nilai tambah tinggi.
“Dan, berharap inovasi energi berbasis sampah ini dapat menjadi contoh sekaligus katalisator bagi lahirnya berbagai terobosan baru dalam pengelolaan lingkungan dan pengembangan energi terbarukan di daerah,” singkatnya.(linggauklik.com)