LINGGAUKLIK – Kepedulian dan sentuhan kemanusiaan menjadi bagian penting dalam pelayanan pemasyarakatan. Hal inilah yang terus diwujudkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Muara Beliti melalui kegiatan rutin Sapa Kasih dan Sambang Kasih guna memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap mendapat perhatian.
Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Herdianto, mengatakan bahwa kepedulian terhadap warga binaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas dan penegakan aturan, tetapi juga harus hadir dalam bentuk perhatian nyata, komunikasi yang baik, serta pelayanan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
Menurut Herdianto, sapaan hangat, kesediaan mendengarkan keluhan, dan perhatian terhadap kondisi warga binaan merupakan bentuk sederhana yang memiliki arti besar. Melalui pendekatan tersebut, petugas dapat membangun kedekatan sekaligus memastikan warga binaan memperoleh pelayanan yang layak selama menjalani masa pembinaan.
“Bagi kami, pelayanan pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalankan tugas dan aturan, tetapi juga bagaimana menghadirkan kepedulian dalam setiap interaksi. Setiap warga binaan tetap memiliki hak untuk mendapatkan perhatian, pelayanan kesehatan, serta kesempatan memperbaiki diri dan menata masa depan yang lebih baik,” ujar Herdianto.
Kalapas menjelaskan, kegiatan Sapa Kasih dan Sambang Kasih menjadi salah satu bentuk komitmen jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti dalam memberikan pelayanan yang humanis. Melalui kegiatan ini, petugas hadir secara langsung untuk menyapa warga binaan, menanyakan kabar, mendengarkan keluhan, serta memperhatikan kondisi kesehatan mereka.
Interaksi secara langsung tersebut juga menjadi langkah penting untuk mengetahui lebih dini apabila terdapat warga binaan yang mengalami gangguan kesehatan. Dengan demikian, keluhan yang disampaikan dapat segera menjadi perhatian dan ditindaklanjuti sesuai prosedur pelayanan kesehatan yang berlaku.
Herdianto menegaskan, perhatian terhadap kesehatan warga binaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan. Kondisi kesehatan yang terjaga diharapkan dapat mendukung warga binaan dalam mengikuti seluruh kegiatan pembinaan dengan baik, sekaligus menciptakan suasana pemasyarakatan yang aman, sehat, dan kondusif.
Lebih dari sekadar kegiatan rutin, Sapa Kasih dan Sambang Kasih juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa dihargai dan didengarkan di tengah lingkungan pemasyarakatan.
Pendekatan yang mengedepankan komunikasi dan kepedulian diharapkan mampu memberikan ketenangan serta menjaga semangat warga binaan agar tetap optimistis dalam menjalani masa pembinaan.
Menurutnya, di balik setiap warga binaan terdapat pribadi yang memiliki harapan, keluarga, dan kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Karena itu, pelayanan yang diberikan harus tetap menghormati martabat manusia dan membuka ruang bagi setiap individu untuk memperbaiki diri.
“Harapan kami, melalui Sapa Kasih dan Sambang Kasih, warga binaan dapat merasakan kehadiran petugas yang peduli, memperoleh perhatian terhadap kesehatannya, dan tetap memiliki semangat untuk menjalani pembinaan. Kami ingin memastikan bahwa proses pemasyarakatan juga menjadi ruang untuk membangun harapan dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan tugas, tetapi juga mengutamakan kepedulian dan kemanusiaan.
Bagi, Herdianto beserta jajarannya, kepedulian bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang harus terus dihidupkan dalam setiap pelayanan. Sebab, perhatian yang tulus dapat menjadi penguat semangat bagi warga binaan untuk menjalani pembinaan, memperbaiki diri, dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik.(linggauklik.com)