LINGGAUKLIK-Komitmen untuk mewujudkan tata kelola organisasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan terus diperkuat oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Muara Beliti.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni memperkuat sinergi lintas sektoral dengan jajaran penegak hukum guna meningkatkan kompetensi dan kualitas kepemimpinan pejabat manajerial di lingkungan pemasyarakatan.
Dukungan tersebut mendapat perhatian dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Musi Rawas, Dr. Ema Siti Huzaemah Ahmad, S.H., M.H., CFrA. Sinergi ini secara khusus diarahkan pada pengembangan kapasitas manajerial Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Rz. Tarmuzi, S.E., M.M., terutama dalam memperkuat kepemimpinan, pengawasan, serta efektivitas pelaksanaan tugas pengamanan.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Herdianto, A.Md.IP., S.H., M.M., menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi yang terjalin dengan Kejaksaan Negeri Musi Rawas.
Menurutnya, pengembangan kualitas sumber daya manusia, khususnya pada level manajerial, merupakan elemen penting dalam membangun organisasi pemasyarakatan yang semakin profesional dan mampu menjawab tantangan tugas yang terus berkembang.
Herdianto menegaskan bahwa peningkatan kapasitas kepemimpinan tidak cukup hanya dilakukan melalui pembinaan internal, tetapi juga memerlukan dukungan dan pertukaran pengetahuan dengan pihak eksternal yang memiliki kompetensi di bidang penegakan hukum, kepemimpinan, dan tata kelola birokrasi.
“Pengembangan kompetensi pejabat manajerial, khususnya bagi Ka. KPLP beserta jajaran pengamanan, merupakan kunci utama dalam menggerakkan roda organisasi agar semakin efektif. Melalui dukungan dan kolaborasi bersama Kajari Musi Rawas, Ibu Dr. Ema Siti Huzaemah Ahmad, kami optimistis jajaran manajerial Lapas Narkotika Muara Beliti akan semakin siap menghadapi tantangan tugas, memperkuat koordinasi antar-aparat penegak hukum (Apgakum), sekaligus mengimplementasikan strategi kepemimpinan yang tegas namun tetap humanis,” ujar Herdianto.
Ia menambahkan, sinergi lintas sektoral tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas individu pejabat, tetapi juga mendorong terciptanya pola kerja yang lebih terukur, responsif, dan bertanggung jawab.
Dengan kepemimpinan yang berkualitas, pelaksanaan fungsi pengawasan dan pengamanan di lingkungan lapas diharapkan dapat berjalan semakin optimal, dengan tetap mengedepankan profesionalisme serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Bagi Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, dukungan dari mitra strategis seperti Kejaksaan Negeri Musi Rawas menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang kolaboratif dan berintegritas.
Hubungan kelembagaan yang kuat juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi antar-aparat penegak hukum dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Melalui langkah tersebut, Herdianto menegaskan komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan, memperkuat sinergi kelembagaan, serta mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan yang lebih baik.(linggauklik.com)