Connect with us

Mantapkan Persiapan Penilaian Anugerah Pembangunan Budaya Integritas 2026, Kalapas Kelas II A Muara Beliti : Tingkatkan Kedisiplinan dan Kualitas Pelayanan

Musirawas

Mantapkan Persiapan Penilaian Anugerah Pembangunan Budaya Integritas 2026, Kalapas Kelas II A Muara Beliti : Tingkatkan Kedisiplinan dan Kualitas Pelayanan

LINGGAUKLIK-Integritas bukan sekadar tertulis dalam dokumen, melainkan harus tercermin dalam setiap tindakan, kedisiplinan, dan kualitas pelayanan.

Semangat tersebut menjadi landasan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Muara Beliti dalam memantapkan persiapan menghadapi penilaian Anugerah Pembangunan Budaya Integritas Tahun 2026, termasuk pelaksanaan uji petik.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Herdianto, menegaskan bahwa persiapan penilaian ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat budaya integritas dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, transparan, serta akuntabel.

Menurut Herdianto, uji petik menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa nilai-nilai integritas benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, bukan hanya sebatas pemenuhan administrasi.

“Integritas harus dibuktikan melalui tindakan nyata, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kualitas pelayanan. Karena itu, persiapan menghadapi uji petik tidak boleh hanya berfokus pada kelengkapan dokumen, tetapi juga harus memastikan bahwa setiap pegawai memahami dan menerapkan nilai-nilai integritas dalam menjalankan tugasnya,” demikian pesan yang ditekankan dalam penguatan persiapan tersebut.

Kegiatan persiapan ini dilaksanakan sebagai wujud dukungan Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti terhadap pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan pembangunan Zona Integritas di lingkungan pemasyarakatan.

Upaya tersebut mencakup penguatan pemahaman, evaluasi kesiapan satuan kerja, serta pemeriksaan terhadap berbagai unsur pendukung pembangunan budaya integritas agar selaras dengan ketentuan dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Dalam menghadapi penilaian Anugerah Pembangunan Budaya Integritas Tahun 2026, setiap aspek menjadi perhatian penting. Mulai dari kepatuhan terhadap prosedur, kedisiplinan aparatur, transparansi pelaksanaan tugas, hingga akuntabilitas dan mutu pelayanan, seluruhnya menjadi cerminan kesungguhan institusi dalam menjalankan amanah negara.

Herdianto juga menekankan pentingnya membangun kesamaan persepsi dan komitmen di antara seluruh jajaran. Dengan persiapan yang terarah dan kerja sama yang solid, budaya integritas diharapkan semakin melekat dalam lingkungan kerja serta menjadi pedoman dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan tugas.

Sejalan dengan nilai dasar ASN BerAKHLAK, penguatan budaya integritas ini juga diarahkan untuk membentuk aparatur yang berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

Penerapan nilai-nilai tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan profesionalisme petugas sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemasyarakatan.

Melalui persiapan yang matang, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti berupaya terus meningkatkan kualitas tata kelola organisasi dan memperkuat pembangunan Zona Integritas. Pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat menjadi tujuan yang harus diwujudkan secara konsisten.

Bagi Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, penilaian Anugerah Pembangunan Budaya Integritas Tahun 2026 bukan semata-mata tentang meraih penghargaan, melainkan juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen terhadap perubahan budaya kerja yang berkelanjutan.

Integritas dibangun melalui komitmen, dibuktikan melalui pengabdian, dan dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang berkualitas.

Dengan semangat tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti terus memantapkan langkah menuju tata kelola pemasyarakatan yang semakin berintegritas dan profesional.(linggauklik.com)

Continue Reading
You may also like...

More in Musirawas

Trending

Terkini

LinggauKlik

To Top