Connect with us

Diduga Digali OTD, Polsek Tugumulyo Polres Musi Rawas Sigap Meluncur ke Makam Alm Wagiyo, Lakukan Penyelidikan

Musirawas

Diduga Digali OTD, Polsek Tugumulyo Polres Musi Rawas Sigap Meluncur ke Makam Alm Wagiyo, Lakukan Penyelidikan

LINGGAUKLIK-Anggota Polsek Tugumulyo Polres Musi Rawas, sigap meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), adanya informasi dari warga peristiwa dugaan pembongkaran makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Desa Mataram, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, sekitar pukul 08.30 WIB, Senin (8/12/2025).

Setiba dilokasi, personel Polsek Tugumulyo Polres Musi Rawas, langsung melakukan penyelidikan sekaligus pemeriksaan kondisi makam, jenazah serta pemeriksaan keterangan saksi-saksi.

Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata benar kondisi makam telah dibongkar oleh oknum Orang Tidak Dikenal (OTD), hanya saja jenazah yang diketahui beridentitas, Wagiyo (Almarhum), warga Dusun II Desa Mataram, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, masih ada/utuh.

Hal tersebut dibenarkan, Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta SH, SIK, MH, melalui Kapolsek Tugumulyo, AKP Rusdan SH, didampingi, Kanit Reskrim, Ipda Ipandri SH, saat dikonfirmasi, Senin (8/12/2025).

“Benar, memang ada peristiwa tersebut. Hanya saja jenazah almarhum Wagiyo, warga Dusun II Desa Mataram, masih ada/utuh. Dan, tanah makam pun terbongkar hanya sekitar 50 cm, yang tergali, untuk papan penutup liang lahat masih tersusun rapi tidak dirusak/bergeser dari awal pemasangan/penguburan,” kata Kapolsek didampingi, Kanit Reskrim

Kapolsek menjelaskan, adanya peristiwa tersebut personel masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, sekaligus melakukan peningkatan patroli agar tidak kembali terjadi hal yang serupa.

“Dan, untuk makam, bersama-sama dengan warga, telah diratakan/diperbaiki seperti sebelumnya,” jelas Kapolsek

Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan, Kades Mataram, Hendi Muktar, peristiwa pembongkaran salah satu makam di TPU Desa Mataram tersebut pertama kali diketahui oleh, Danang dan Bima warga Dusun I Desa Matararam, yang kemudian memberitahukan peristiwa tersebut kepihak keluarga makam yang dibongkar tersebut.

Setelah mendapatkan informasi dari pihak keluarga, Wagiyo (Alm), maka Kades dan perangkat desa langsung menuju ke TPU Desa Mataram dan didapatkan bahwa benar makam Wagiyo (Alm) dalam keadaan bekas digali dengan kedalaman lebih kurang 50 cm pada bagian kepala, tetapi galian tersebut belum sampai kedalam posisi jenazah sdr. Wagiyo (Alm).

Lalu, menerangkan bahwa berdasarkan keterangan juru kunci TPU Desa Mataram bahwa pada, Minggu 07 Desember 2025, sejak pagi hingga sore pada saat juru kunci melakukan pembersihan di TPU Desa Mataram tersebut tidak ditemukan perihal tersebut.

“Sehingga diduga peristiwa tersebut terjadi pada malam hari, Minggu 07 Desember 2025, dan baru diketahui oleh Bima dan Danang pada pagi harinya,” ulasnya

Kembali, Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan, Nabila (anak kandung Wagiyo (Alm)). Pada, Senin 08 Desember 2025 sekitar pukul 08.30 WIB, ketika sedang berada dirumah datanglah Bima dan Danang yang memberitahukan bahwa makam orang tua telah dibongkar oknum OTD.

Kemudian, melaporkan hal tersebut ke Kades Mataram dan bersama-sama menuju ke TPU Desa Mataram untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

Sesampai di TPU Desa Mataram, melihat bahwa benar makam orang tuanya dalam keadaan bekas digali dengan kedalaman lebih kurang 50 cm pada bagian kepala, tetapi galian tersebut belum sampai kedalam posisi jenazah. Dan, diketahui, orang tuanya meninggal pada Rabu (pahing) tanggal 22 Oktober 2025 (umur 78 tahun) karena sakit.

Kemudian, berdasarkan keterangan, Danang (warga Dusun I Desa Mataram), pada, Senin 08 Desember 2025, sekitar pukul 07.30 WIB, ketika dirinya bersama dengan kakaknya yaitu Bima sedang melakukan ziarah kemakam kakeknya.

Danang melihat gundukan tanah di makam, Wagiyo (Alm) berserakan, sehingga dirinya dan Bima pun mendekati makam Wagiyo (Alm) tersebut dan dilihatnya makam Wagiyo (Alm) tersebut terdapat lobang bekas digali dengan kedalaman lebih kurang 50 cm pada bagian kepala, tetapi galian tersebut belum sampai kedalam posisi jenazah.

Setelah keduanya selesai melakukan ziarah tersebut, kemudian memberitahukan hal tersebut ke Nabila (anak sdr. Wagiyo (Alm)).(linggauklik.com)

Continue Reading
You may also like...

More in Musirawas

Trending

Terkini

LinggauKlik

To Top