LINGGAUKLIK-Lepasnya tanggung jawab Menajemen We Hotel Kota Lubuklinggau atas rusaknya kendaraan pribadi tamu yang terpakir di area hotel, menjadi sorotan aktivis Sumsel.
Ketua Badai Anti Korupsi Sumsel, Moh Diding Arahim, mengatakan, kasus ini merupakan persoalan serius yang menyangkut hak konsumen atas keamanan fasilitas yang mereka bayar.
Hotel yang menyediakan fasilitas parkir wajib menjamin keamanan bagi tamunya. Ketika kerusakan terjadi akibat tindakan petugas internal, pengelola hotel tidak bisa lepas tangan dengan alasan ini ‘kelalaian personal’.
“Secara hukum, hotel berkewajiban memberikan perlindungan dan ganti rugi terhadap kerusakan yang terjadi dalam area fasilitas resmi,”tegas diding.
Diding menambahkan ini pelaku usaha seperti ini sangat berbahaya mereka merauk keuntungan setiap hari dari konsumen ketika ada kejiadian seperti ini tidak mau bertanggung jawab.
Dan sangat tidak adil, seperti contoh saja ketika konsumen tidak sengaja merusak fasilitas hotel sudah ada harga yang harus diganti oleh konsumen baik itu handuk TV dan lain-lain ada beberapa hotel untuk kerusakan TV saja bisa sampai sepuluh juta rupiah harga yang harus diganti konsumen.
“Ini bisa saja terjadi kepada siapa pun klo konsumen yang awam tentu akan sangat dirugikan, jika pihak hotel lepas tanggung jawab dan sangat tidak adil jika pihak hotel membebankan kepada petugas yang bekerja saja,”terang dia.
Lebih lanjut diding menjelaskan jika tidak ada permohonan maaf kepada publik atas pernyataan yang menyatakan pihak hotel hanya mefasilitasi saja dan membebankan pergantian kepada petugas security yang bekerja.
Maka dirinya siap turun ke jalan untuk melakukan aksi demonstrasi agar dinas perizinin mencabut izin operasional We Hotel. Karna jangan sampai ada korban-korban berikutnya.
Sementara Manager We Hotek, Wita Suwita saat dikonfirmasi mengatakan kalau tanggapaan dari hotel pihaknya saat ini masih menunggu panggilan dari BPSK saja.
“Saya gak perlu memberikan tanggapanlah, karena percuma nantinya dipotong potong, jadi kita menunggu panggilan dari BPSK,”tutupnya.(rdw)