Connect with us

Laporan Awal Dana Kampanye Dengan Nilai Kecil Patut Dicurigai

Miftahul Firdaus, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rakyat Sipil  

Politik

Laporan Awal Dana Kampanye Dengan Nilai Kecil Patut Dicurigai

MURATARA,LK-Rentang waktu kampanye Pilkada 2020 akan digelar selama 71 hari, mulai 26 September hingga 5 Desember 2020 akan menimbulkan pengeluaran budget kampanye maupun non kampanye yang tidak sedikit.

Miftahul Firdaus, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rakyat Sipil  menyampaikan secara telepon

“Pada tahapan kampanye, penyalahgunaan dana kampanye adalah hal yang sangat rentan terjadi.  Sumber dana  dan penggunaanya harus menjadi poin penting dalam pengawalan dan pengawasan dana kampanye. Peran institusi dalam pengawasan sangat dibutuhkan guna pencegahan penyalahgunaan dan penyelewengan dana kampanye,”kata Avir Sabtu (17/10/2020).

Kampanye, merupakan tahapan penting yang tidak bisa dilepaskan dari Pilkada, bersama dengan bagian sensitifnya yakni dana kampanye, selalu menjadi sorotan masyarakat luas.

Tegasnya, “Hal ini patut dicermati secara serius karena Paslon-paslon Pilkada di Sumsel melaporkan dalam Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) dengan nilai beragam dari jutaan hingga ratusan juta di rekening khusus kampanye yang didaftarkan. Semisal, dalam pandangan masyarakat awam, temuan data ada Paslon Paslon di Pilkada Sumsel yang mendaftarkan LADK dengan nilai sangat kecil sekitar 3 juta, tentunya ini patut dicurigai.”

Dilain sisi, menurut Ketua LSM Rakyat Sipil ini, KPK dan PPATK  harus mulai mengawasi dan mengaudit anggaran kepanitiaan penyelenggara pilkada karena diduga dengan situasi pandemi covid 19 saat ini akan berpotensi mencurigakan. langkah pencegahan, dapat menggunakan masyarakat untuk mendapatkan informasi.

Terkait itu, bung avir, sapaannya ini menjelaskan mengenai UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, terkait dana kampanye telah mengatur mekanisme pelaporan. Ada ketentuan mengenai laporan dana kampanye yang di dalamnya terdiri dari; laporan awal dana kampanye, laporan penerimaan sumbangan dana kampanye, dan laporan penggunaan dana kampanye.

“Potensi yang terlihat jelas adalah penerimaan dan pengeluaran dana kampanye yang tidak tercatat di rekening khusus dana kampanye,”tutupnya.(rdw)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Politik

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top