Connect with us

KPU dan BAWASLU Sumsel Monitoring Pelaksanaan Coklit

Politik

KPU dan BAWASLU Sumsel Monitoring Pelaksanaan Coklit

MUSI RAWAS LK-Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kabupaten Mura mendampingi Komisioner KPU dan BAWASLU Provinsi Sumsel dalam rangka monitoring kegiatan Coklit serentak di seluruh Indonesia yang dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilu (PPDP), Sabtu (18/7/2020).

Tampak, Komisioner KPU Sumsel, Hendri Almawijaya didampingi Ketua KPU Mura, Anasta Tias dan Komisioner, Wahyu Hidayat Setiyadi.

Hadir pula Komisioner Bawaslu Sumsel, Syamsul Alwi didampingi Ketua Bawaslu Mura, Oktureni Shandra Kirana dan dua komisioner lainnya, Khoirul Anwar dan Hermansyah.

Pantauan di lapangan, sasaran monitoring menuju delapan titik sampel. Pertama mendatangi kediaman dua tokoh pemuda yakni Ketua Pemuda Muhammadiyah Mura, Dilanjutkan monitoring coklit di rumah Ketua GP Ansor Mura.

Sasaran monitoring ketiga dilakukan di kediaman tiga perwakilan pengurus parpol. Pertama Pengurus partai Nasdem Mura, Ketua PKS Mura dan mendatangi coklit data pemilih di rumah fungsionaris Gerindra Mura.

Selain tokoh pemuda dan pengurus parpol, kegiatan monitoring juga menyasar tiga rumah lainnya di Desa F Trikoyo yakni Ketua FKUB Mura, Lalu rumah Ketua Komunitas Penyandang Disabliltas Mura dan terakhir mengunjungi perwakilan tokoh wanita, Ketua Himpunan Wanita Tani (HWT) Mura.

Komisioner KPU Sumsel, Hendri Almawijaya menjelaskan, sesuai tahapan bahwa kegiatan coklit sudah dimulai sejak Rabu (15/7). Namun pelaksnaan coklit serentak baru dilakukan mulai Sabtu (18/7) yang didahului apel serentak di 270 kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada 2020.

“Data pemilih yang sudah disusun, dicocokan dan disusun dengan data sebenarnya. Kami minta peran masyarakat untuk membantu menyampaikannya kepada petugas agar dicatat dan didata lebih lanjut. Saya tekankan PPDP benar-benar melakukan coklit, turun ke lapangan dan jangan bekerja di rumah. Makanya monitoring seperti ini agar terus dilakukan seluruh PPS dan PPK,” pinta dia.

Ditempat yang sama, Komisioner Bawaslu Sumsel, Syamsul Alwi mengingatkan prinsip akurat dan mutahir dalam melaksanakan coklit data pemilih tersebut. Menurutnya coklit di tengah pandemi Covid-19 merupakan tugas berat. Apalagi beririsan dengan tahapan pelaksanaan verifikasi faktual (verfak) dukungan perseorangan yang kini sudah berlangsung di tingkat kecamatan.

“Saya minta jajaran pengawas terus melakukan tugasnya, berkoordinasi dengan penyelenggara dan stakeholder lainnya. Pastikan agar seluruh kegiatan dilaksanakan sesuai jadwal dan tahapan. Metode coklit hampir sama dengan verfak dukungan perseorangan yakni door to door ke rumah warga. Mohon terus diawasi dan bekerjasama dengan penyelenggara. Jangan lupa jalankan protokol kesehatan,” harap dia.

Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Mura, Wahyu Hidayat Setiyadi menambahkan, saat ini data pemilih yang sudah disusun mengacu pada DPT HP III yang disingkronkan dengan data Capil dan Kemendagri 23 September dan perubahan 9 Desember. Hasilnya ditetapkan sebanyak 292.693 pemilih yang terdiri dari 150.179 laki-laki dan 142.517 perempuan.

“Kami merancang sebanyak 789 TPS plus satu TPS Khusus dengan jumlah pemilih maksimal 500 orang. Hasil coklit nantinya masih memungkinkan ada penambahan berdasarkan pertimbangan geografis,” ungkap dia.

Wahyu menerangkan, coklit juga sekaligus dapat mengetahui pemilih meninggal, belum punya KTP dan kondisi lainnya. Dengan begitu, data pemilih lebih mutahir dengan kemungkinan penambahan maupun pengurangan data pemilih.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Disdukcapil Mura yang siap jemput bola melakukan perekaman. Demikian pula himbauan kades, diminta mengusulkan penerbitan surat kematian kepada Disdukcapil, “tutupnya.(Rls/Roem)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Politik

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top