Connect with us

Wisata Bukit Coggong Terbangkalai‎

Musirawas

Wisata Bukit Coggong Terbangkalai‎

MUSIRAWAS LK- Kondisi kawasan wisata hutan lindung Bukit Conggong di Desa Sukakarya, Kecamatan Stl Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas (Mura) semakin memprihatinkan.

Dimana, keberadaan lokasi dahulunya dijadikan alternatif objek wisata. Kini hanya tinggal cerita, lantaran sebagian besar hewan lindung maupun sejumlah fasilitas pendukung hilang dan rusak terbengkalai.

Nubuansa alias Wan, (45) penjaga kawasan hutan lindung Bukit Jonggong mengatakan bahwa sudah memasuki tahun kelima dari 2015, namun keberadaan objek wisata tinggal nama.

Begitu juga dengan wisata yang disediakan diantaranya, taman rekreasi, outbond maupun taman swaka alam keberadaan hewan lindung tersedia.

‎”Bagaimana lagi, inilah kondisinya. Dulu saya tukang jaga ada namanya wahana rekreasi, outbond, ada juga bangun outlet yang hingga sekarang kosong.Nah, ada pula sejumlah hewan dilindungi, mulai dari landak, ular. Tapi, sampai sekarang hanya burung jalak hitam tersisa,” kata Wan, Senin (26/11).

Wan menjelaskan, semuanya saat ini semakin tidak terurus. Itu semua kendala terjadinya persoal internal antaran pihak pengelolaah kawasan maupun pemerintah setempat.

“Karena disini, saya sifatnya menjaga dan keseharian hidup bertani menyadap karet dan menanam apa saja yang bisa dimanfaatkan untuk makanan,” jelas Wan.‎

Lebih jauh, wan menceritakan bahwa ditahun erah 80an keberadaan kawasan bukit conggong pertama kali ada namanya keberadaan air terjun.

Kemudian dengan itulah, dicoba oleh pemerintah ditahun 2010 dibangunya fasilitas baik permainan kuda-kuda, kolam renang tronnolin, sepeda gantung dan sampai saat ini tidak bisa dimanfaatkan.

“Yang jelas, kalau terakhir saya sudah menerima surat kementrian hutan sosial. Diminta kordinasi pemda, memberdayakan keberada bukit jonggong. Kita juga sudah sampaikan pemda. Tapi, memang dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata masih pikir-pikir,”ucapnya.

Sedangkan untuk aturan, mengenai diperbolehkan mengaktifkan kembali kawasan hutan wisata bukit jonggong.

Pertama mesti diteliti semua menyangkut status perhutanan sosial, baik fasilitas tinggal hingga areal peruntukan lainnya.

Tentunya bersifat kontrak oleh pemerintah, aturan 35 tahun dan boleh memanfaatkan hasil hutan kayu (H2K) tidak boleh merambah.

“Kalau dikutip aturan, ada di PP 78 pasal 41 dan PP 88 ayat 2. Dan sejak 2015 terus dibangun kerjasama pihak Dinas Kebudayaan Pariwisata, namun langkah pemda nihil sampai saat ini,” tutupnya.(Roem Royen)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top