Connect with us

Upaya Penurunan Stunting, Dinkes Laksanakan Aksi 7 Konvergensi Stunting

Musirawas

Upaya Penurunan Stunting, Dinkes Laksanakan Aksi 7 Konvergensi Stunting

MUSI RAWAS LK-Pelaksanaan Aksi 7 Konvergensi Stunting di Kabupaten Mura yang disiapkan di Desa E Wonokerto mendapat apresiasi langsung dari Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) RI, H. Abdul Halim Iskandar.

Apresiasi tersebut ditunjukan dengan datang dan melihat langsung aksi 7 konvergensi Stunting dengan memberikan makanan tambahan roti dan susu makan bersama anak-anak yang dikategorikan stunting di Kecamatan Tugumulyo dan makan bersama dengan balita stunting.

Mendampingi Mendes PPDT RI, yakni Bupati Mura, Hj Ratna Machmud Ketua Tim Penggerak PKK, H Riza Novianto Gustam, Plt Kepala Dinkes Mura, Nanti Kasih dan Kepala Desa Wonokerto, Hermanto.

Mendes PDTT RI, H Abdul Halim Iskandar juga menyampaikan, makan makanan yang terbuat dari bahan lokal dan memiliki nilai gizi yang baik, sehingga sangat efektif untuk penurunan angka Stunting di desa-desa.

“Pemberian makanan tambahan untuk penurunan stunting yang dilaksanakan di Desa E Wonokerto. Ini luar biasa. Karena semuanya sangat bergizi dan efektif untuk penurunan stunting di Desa-desa,” kata Abdul Halim Iskandar.

Menteri PDTT RI mengajak untuk sahabat di Desa-desa agar terus menggalakkan untuk melakukan pemberian makanan tambahan kepada anak dalam rangka penurunan angka stunting.

“Apalagi Presiden RI, Joko Widodo mentargetkan, di 2024 angka stunting di Indonesia tidak boleh diatas 14 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mura, Nanti Kasih mengucapkan terima kasih kepada Menteri Desa PDTT RI, H. A. Halim Iskandar yang menyempatkan diri untuk melihat aksi 7 dari konvergensi Stunting.

“Disini kami mengajak anak-anak yang digolongkan stunting dengan makan makanan yang bergizi yang terbuat dari vahan lokal yang sehat. Alhamdulillah, angka stunting di Kabupaten Mura terus berkurang,” ucapnya.

Senanda disampaikan, Sekretaris Dinkes, M Nizar mengatakan bahwa, Mendes PPDT RI, yakni Bupati Mura, Hj Ratna Machmud, Ketua Tim Penggerak PKK, H Riza Novianto Gustom, menyempatkan diri makan kudapan berprotein tinggi yang terdiri dari Dimsum yang berasal dari ikan gabus dan kangkung, wortel, pentol Ikan lele dan bayam dan wartel dan puding dari daun kelor.

“Tentunya, makanan tersebut bernilai zat besi tinggi mengandung 70 kalori, 5 gram protein dan 2 gram lemak. Desain menu kudapan ini didesain untuk penangan balita stunting dengan makan 3 kali sekali selama selama 6 bulan, dan insya Allah pertumbuhan dan perkembangan otaknya akan normal,” kata M Nizar.

M Nizar menjelaskan, sejak 2021 hingga 2023 menjadi lokus stunting, di 2021 prioritas utama terdapat di 28 desa lokasi fokus dan tahun 2022 sasarannya 130 desa, jadi seluruhnya terdapat 158 desa dari 199 desa dan kelurahan di Kabupaten Mura.

Berdasarkan data EPPBGM tahun 2020 jumlah balita stunting 41 orang dan kondisi November 2021 Balita terdaftar 20 orang stunting. Keberhasilan program ini karena terjadi konvergensi OPD dan masyarakat di Desa E Wonokerto.

Tentunya berharap dengan pelaksanaan 7 aksi konvergensi percepatan pencegahan dsn penurunan stunting dengan desain yang tersistem dan didukung oleh 13 OPD terkait bahkan komitmen desa dalam pengalokasian dana desa maka Mura akan bebas atau zero stunting 2023 nanti.

“Gerakan penurunan stunting sangat signifikan luar biasa dan optimis desa ini akan lebih cepat menjadi desa mandiri, sesuai dengan arahan Mendes,” tutupnya.(Roem)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top