Connect with us

Tapem : 48 Ribu Hektare Lahan Diajukan Untuk Lepas Kawasan Hutan

Musirawas

Tapem : 48 Ribu Hektare Lahan Diajukan Untuk Lepas Kawasan Hutan

MUSIRAWAS LK- Setelah sejumlah pemerintah kecamatan (Camat) bersama puluhan kepala desa (Kades) dikumpulkan untuk ikuti sosialisasi program Tanah Objek Reformasi Agraria (Tora).

Disepakati, kurang lebih 48 Ribu Hektare lahan dikuasi warga masyarakat diajukan lepas kawasan hutan.  Kepastian itu disampaikan langsung.‎

Plt Sekda Mura Ec. Priscodesi melalui Kabag Tapem, Risman Sudarisman ketika dibincangi diruangan kerjanya. Kemarin (15/11) siang.

Dikatakanya, bahwa menindaklanjut hasil pertemuan bersama belum lama ini. Semua menyangkut realisasi dari pada program yakni Tora, dipastikan berlajut.

Dimana, dari hasil pertemua melibatkan sejumlah camat bersama di ikuti seluruh kepala desa (Kades), terutama bagi jajaran pemerintah masuk dalam wilayahnya kawasan hutan.

Didapatkan keputusan, segera mungkin dalam waktu dekat melalui bagian tata pemerintahan (Tapem) telah mengajukan usulan sebanyak 48 ribu hektar tanah dikuasi warga masyarakat, maupun lahan kebun garapan guna dilepaskan dari kawasan hutan.

“Dalam rangka jalani program pemerintah terkait Tora. Untuk sampai sekarang, kita pastikan semuanya kita tapem telah usulkan sebanyak 48 Hektar lahan sudah 20 tahun dikuasi warga masyarakat segera dilepas dari kawasan hutan. Sehingga, hanya menunggu waktu kemungkinan besar harapan akhir tahun usulan, diterima pemerintah yakni tim invetarisir dinas kehutan provinsi,”kata Risman Sudarisman.
Lebih jauh, dijelaskan Risman bahwa dari ribuan hektar lahan diajukan sebagian besar berada diwilayah kecamatan dominasi kecamatan memiliki lahan perkebunan.
“Untuk rincian, 48 hektare semua tersebar dari kecamatan dominasi wilayah hutan yakni Muara Lakitan, Muara Kelingi, BTS Ulu, Sukakarya, Jayaloka, Tuah Negeri, TPK, STL Ulu Terawas dan Selangit. Dan kiranya setelah semua beres, lahan tersebut seger diajukan penerbitan sertifikat sebagai legalitas kepemilikan tanah,”bebernya.
Adapun mengenai kesiapan lain, sambung Risman menjelaskan, bahwa setelah dikakukan petemuan tim invetarisir dishut sumsel turun kelokasi untuk mengecek lahan dilepas kawasan hutan.
“Kalau untuk lainnya, hingga sekarang tim inver tengah menyebar melakukan inveterasir. Dan sesuai aturan, nanti SK pelepasan proseduralnya paling lama 9 bulan ,”tutupnya.(Roem Royen)

 

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top