Connect with us

Tahun 2022, BLUD SPAM Ditargetkan Menjadi PDAM

Kepala Blum Spam Kabupaten Mura, Agus Hilman

Musirawas

Tahun 2022, BLUD SPAM Ditargetkan Menjadi PDAM

*Agus Hilman : Secara Umum Persyaratan Sudah Cukup, Hanya Butuh Penyesuaian

MUSI RAWAS LK-Saat ini, pegawai BLUD SPAM Kabupaten Mura, masih berupaya untuk melakukan peningkatan menjadi BUMD Kabupaten Mura.

Hanya saja masih dilakukan tahap penyesuaian Peraturan Menteri Dalam Negeri (Kemendagri), untuk melakukan peningkatan/pembentukan BUMD tersebut melalui Dasar Hukum Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah.

Karena sebelumnya, mengacu dengan Kemendagri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolahan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah.

Hal tersebut dibenarkan, Kepala BLUD SPAM Kabupaten Mura, Agus Hilman saat dimintai keterangan, diruang kerjanya, sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis (23/10/2020).

“Ya, saat ini kita masih terus berupaya, untuk melakukan peningkatan menjadi BUMD, sesuai dengan peraturan Kemendagri tersebut,” kata Agus Hilman.

Agus sapaanya menjelaskan, sebenarnya mengenai persiapan untuk menjadi BUMD sendiri bahwa BLUD SPAM sudah cukup siap, hanya saja masih butuh penyesuaian serta proses lantaran ada perubahan Kemendagri, untuk melakukan peningkatan/pembentukan BUMD tersebut melalui Dasar Hukum Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah.

Yang sebelumnya, Kemendagri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolahan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah.

“Tentunya, ada syarat dan beberapa aturan yang harus disesuaikan, maka dari itu saat ini kita masih dalam tahap penyesuaian tersebut,” kata Agus.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan, namun sebenarnya untuk melakukan pendirian BUMD secara umum sudah siap, sebab Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sendiri, ada pengelompokan ataupun tingkatan.

Seperti PDAM kecil, PDAM menengah dan PDAM besar berdasarkan dari jumlah pelanggannya. Contoh PDAM kecil harus ada 10 ribu pelanggan, PDAM menengah harus mempunyai 10 ribu pelanggan hingga 50 ribu sedangkan untuk PDAM besar harus mempunyai 50 ribu keatas.

“Namun, untuk diketahui bahwa saat ini, kita sudah ada 1156 pelanggan, artinya sudah bisa menjadi PDAM, tentunya akan bertambah terus apalagi saat ini ada program Sambungan Rumah (SR) Murah dan Gratis, bisa bertambah 13000 pelanggan hingga akhir Desember 2020 mendatang, dalam artian kita bisa menjadi PDAM Menengah sesuai dengan syarat jumlah pelanggan,” papar pria ramah ini.

Kembali ia menjelaskan, kalau dilihat lagi perkembangan setelah pemekaran dengan Lubuklinggau pada tahun 2000 lalu, saat ini sudah banyak perkembangan yakni mempunyai teknis sendiri, UPTD serta pegawai hanya saja masih butuh peningkatan.

Selain itu, sumber air baku di Kabupaten Mura cukup banyak diantaranya, sumber air dari Sungai Muara Lakitan, Sungai Muara Kelingi, Sungai Musi, Sungai Megang dan Sungai Keruh dan sungai kecil lainnya.

“Nantinya, apabila sudah mengalami peningkatan PDAM artinya nantinya bergerak bukan untuk operasional BLUD SPAM sendiri melainkan ada kewajiban untuk membantu dan menambah pendapatan kas daerah,” tutur Agus.

Disinggung kapan peningkatan ini akan terealisasi dan sejauh ini apakah sudah koordinasi dengan Bupati Mura?

“Target kita dua tahun lagi, karena kembali lagi butuh persiapan dan kajian teknis, dan kelembagaan dan lainnya. Dan hal ini sebelumnya sudah kita koordinasikan dengan Bupati Mura, H Hendra Gunawan dan beliau sangat setuju, hanya saja tetap ikuti proses dan aturan jangan menyalahi aturan,” tutupnya.(Roem)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top