LINGGAUKLIK-Pilu menjelang lebaran, rumah milik Darwik seorang janda berusia 50 tahun warga Dusun V Desa Sumberejo Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas ambruk.
Beruntung, pemilik rumah yang tinggal seorang diri tersebut berhasil keluar menyelamatkan diri dari reruntuhan rumahnya sebelum ambruk dan rata dengan tanah.
Diketahui, rumah yang ditempati Darwik masih terbuat dari papan dengan kondisi yang sudah lapuk dimakan usia. Atap rumah pun sering mengalami kebocoran saat hujan, sehingga air kerap masuk ke dalam rumah.
Selain bocor, struktur atap rumah juga dinilai tak lagi kokoh. Dimana atap rumah tersebut disangga dengan kayu-kayu penyangga agar tidak roboh ketika diterpa angin kencang saat hujan.
Bahkan, demi keselamatannya, Darwi terpaksa sering mengungsi ke rumah tetangga apabila hujan turun disertai angin.
Kasi Tratib Pemerintah Kecamatan Megang Sakti, Indra Kusuma mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 15 Maret 2026 dini hari atau sekira pukul 01.00 Wib.
“Benar, kejadiannya pada Minggu (15/3/2026) dini hari atau sekira pukul 01.00 Wib. Itu rumah milik Ibu Darwik warga Dusun V Desa Sumberejo,” kata Indra saat dikonfirmasi wartawan.Senin (16/3/2026).
Kejadian bermula, saat pemilik rumah tengah tidur, namun tiba-tiba dia mendengar suara kayu patah dibagian diatap atau bagian atas rumahnya.
Seketika pemilik keluar rumah pun keluar rumah seraya mengeluarkan beberapa barang yang dianggapnya perlu dari dalam rumah. Tak lama kemudian, rumah tersebut pun langsung roboh dan ambruk total.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya barang prabotan yang tidak sempat diselamatkan. Pemilik rumah yang sadar langsung keluar, sehingga selamat dari reruntuhan rumah,” ungkap Indra.
Dikatakannya, Darwik merupakan seorang janda yang sudah lanjut usia (Lansia) dan tinggal seorang diri di dalam rumahnya yang memang sudah dikategorikan tidak layak huni.
“Kemungkinan rumah itu roboh karena kondisinyanyang sudah banyak rapuh dibagian skur atas bangunan,” jelasnya.
Dia juga mengaku, bahwa sebelum roboh, rumah milik Darwik sempat beberapa didatangi oleh Perangkat Desa, yang menginformasikan akan dilakukan renovasi melalui program bedah rumah.
“Namun, sampai saat kejadian belum juga teralisasi. Mungkin pihak Pemdes juga menunggu dari Pemkab, sampai akhirnya rumahnya ambruk sebelum direnovasi,” ucapnya.
Untuk sementara ini, rumah Ibu Darwik sendiri sudah dibangun kembali oleh masyarakat secara swadaya, dengan menggunakan material sisa-sisa rumahnya yang masih bagus.
“Untuk sekarang rumahnya sudah dibangun lagi oleh warga secara gotong royong. Walaupun mungkin tidak seluas sebelumnya,” tegasnya.
Dengan adanya musibah tersebut, upaya dari Pemerintah Kecamatan sendiri sudah melaporkannya ke Pemkab Musi Rawas baik ke Dinas Sosial (Dinsos) maupun ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim).
Sementara itu, tetangga Darwik menyebutkan bahwa Darwik tidak memiliki kemampuan secara ekonomi untuk melakukan perbaikan rumahnya secara mandiri.
Dengan kondisi rumahnya yang memprihatinkan tersebut, ibu Darwik juga kerap mengungsi ke rumah tetangganya saat hujan turun, terlebih saat disertai angin kencang.
Dikatakannya, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Darwik bekerja sebagai buruh serabutan. Ia biasanya bekerja membantu panen padi apabila ada warga yang membutuhkan tenaga.
Namun, penghasilan dari pekerjaannya tersebut tidak menentu dan sering kali tidak mencukupi untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari.
“Mudah-mudahan rumah Ibu Darwik bisa dibangun untuk yang lebih kokoh lagi, sehingga saat hujan maupun angin kencang, ibu Darwik tidak lagi khawatir ataupun takut,” tutupnya. (Sripoku.com/linggauklik.com)