Connect with us

Pegawai PT PLN Persero Unit Layanan Pelanggan Muara Beliti Sosialisasikan Kompor Induksi

Musirawas

Pegawai PT PLN Persero Unit Layanan Pelanggan Muara Beliti Sosialisasikan Kompor Induksi

*Zera Fitrizon : Lebih Banyak Manfaat Serta Praktis di Bandingkan Kompor Biasa

MUSI RAWAS LK-Pegawai PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Muara Beliti, melaksanakan program Showcase dan Sosialisasi Penggunaan Kompor Induksi.

Sosialisasi tersebut di laksanakan di Taman Beregam, Pusat Perkantoran Agropolitan Center Pemkab Mura, Desa Muara Beliti Baru, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Mura, sekitar pukul 08.00 WIB, Minggu (25/10/2020).

Kompor Induksi adalah kompor yang sangat aman, karena tidak menggunakan api sebagai media panas melainkan menggunakan induksi elektromagnetik.

Hal tersebut, dibenarkan, Manager PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Muara Beliti, Zera Fitrizon saat dikonfirmasi, Minggu (25/10/2020).

“Ya, sengaja kita melaksanakan showcase dan sosialisasi penggunaan Kompor Induksi kepada masyarakat di Kabupaten Mura,” kata Zera Fitrizon.

Zera sapaanya menjelaskan, untuk diketahui kompor induksi merupakan kompor yang menggunakan energi listrik sebagai sumber energi panasnya.

Namun, kompor induksi ini tidak menghasilkan panas tetapi menginduksi peralatan masak yang digunakan.

“Jadi, yang akan menjadi panas ialah alat masaknya, bukan kompornya,” jelas Zera.

Lebih lanjut, Zera menjelaskan, selain itu, saat panci atau alat masak tidak diletakkan di atas kompor induksi, maka kompor ini tidak akan menghasilkan panas.

Jadi, kejadian kebakaran karena lupa mematikan api tidak akan terjadi saat menggunakan kompor ini. Kemudian, kondisi dapur pun tidak akan terasa panas saat menggunakan kompor ini.

Kompor induksi juga ramah lingkungan karena tidak emisi yang dikeluarkan oleh kompor induksi sehingga mendukung program go green.

“Disamping itu penggunaan kompor induksi lebih irit dibandingkan dengan kompor gas,” paparnya.

Zera kembali memaparkan, adapun perbandingan kompor induksi dengan kompos gas, kalau kompor induksi biaya operasional rendah pemakaian selama satu jam hanya Rp 734, resiko kebakaran rendah sebab tanpa api suhu konsisten menggunakan timer, lebih ramah lingkungan, tidak membuang emisi seperti CO2, praktis elegant dan tidak ribet serta mudah dibersihkan dan mudah dibawa.

Sedangkan, kompor biasa (gas), biaya operasional tinggi pemakaian satu jam Rp 1.700, resiko kebakaran, tabung meledak dan keracunan gas, tidak ramah lingkungan dan buang emisi CO2, Diperlukan regulator, selang dan tabung serta sulit dibersihkan dan sulit dibawa.

“Jadi, sangat jelas perbedaanya, antara kompor induksi dan kompo biasa (gas),” ucap pria asal Provinsi Jambi ini.

Zera menambahkan, tujuan showcase dan sosialisasi kompor induksi ini untuk mengedukasi masyarakat dan pelanggan PLN untuk beralih menggunakan Energi Baru Terbarukan dan menggunakan peralatan sehari-hari yang ramah lingkungan.

“Serta, diharapkan masyarakan dapat beralih menggunakan kompor induksi, karena lebih praktis serta lebih aman karena tidak menggunakan api,” tutup Manager PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Muara Beliti ini.(Roem)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top