Connect with us

Mura Terapkan PPKM Level 2, Objek Wisata Dibuka dan Hajatan Belum Diperbolehkan

Musirawas

Mura Terapkan PPKM Level 2, Objek Wisata Dibuka dan Hajatan Belum Diperbolehkan

MUSI RAWAS LK– Kabupaten Musi Rawas (Mura) saat ini sudah berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2. Namun, kendati begitu untuk hajatan belum diperbolehkan.

“Ya benar, berdasarkan surat intruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI) Nomor 41 Tahun 2021, saat ini Kabupaten Mura sudah berstatus PPKM Level 2,”kata Asisten II Setda Mura, Aidil Rusman.

Menurutnya, laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Mura, saat ini Kabupaten Mura sudah berada di zona kuning dengan rincian sebanyak 9 desa/Kelurahan zona kuning dan zona hijau sebanyak 190 desa.

“Pemberlakuan PPKM Level 2 ini mulai 7 September hingga 20 September, setelah itu akan dievaluasi kembali,”terangnya.

Menurutnya, untuk PPKM Level 2 Bupati Mura tetap mengeluarkan surat edaran (SE). Dimana, untuk satuan pendidikan sudah dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka terbatas. Sedangkan, untuk instansi Pemerintah menerapkan 25 Persen work from home (WFH) dan 75 persen work from office (WFO).

Selain itu, mengingat daerah terdekat dengan Kabupaten Mura, yakni Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas Utara masih pada level 3, Pemkab Mura tetap mengaktifkan posko-posko PPKM.

“Posko di Tegal Rejo, Srikaton, Trikoyo dan Megang Sakti tetap diaktifkan, hanya saja personilnya saja yang kita kurangi,”bebernya.

Kemudian, untuk mengawasi masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan maka kegiatan Tim Yustisi tetap dilaksanakan dan patroli dilaksanakan perdua hari sekali. Sedangkan, untuk fasilitas umum dan objek wisata sudah diizinkan untuk dibuka kembali. Hanya saja dengan kapasitas 50 persen.

Mengenai kegiatan seni budaya, kesenian dan hajatan, tetap mengacu pada SE Bupati sebelumnya, yakni tetap belum diperbolehkan hingga tanggal 24 September 2021. Sebab, sebelumnya Bupati Mura sudah menginstruksikan kepada Camat dan Kades untuk melakukan tindakan persuasif kepada masyarakat, dengan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk mematuhi SE Bupati.

“Apabila tindakan persuasif sudah dilakukan tapi masih dilanggar baru dilakukan tindakan tegas dengan pembubaran,”tegasnya.

Terlepas dari itu, Pemkab Mura berharap masyarakat dapat memaklumi dengan menunda kegiatan hajatan dan tetap patuhi protokol kesehatan.

“Kita berharap kasus Covid-19 di Kabupaten Mura akan terus menurun hingga ke zona hijau. Namum, kita jangan kendor untuk tetap patuhi protokol kesehatan, karena Covid-19 masih ada,”tutupnya.(Roem)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top