Connect with us

Mura Perdana Ikuti Nominator Penyelenggara Kabupaten Sehat 

Musirawas

Mura Perdana Ikuti Nominator Penyelenggara Kabupaten Sehat 

MUSI RAWAS LK– Untuk pertama kalinya, Kabupaten Musi Rawas (Mura) mengikuti ajang nasional dua tahunan, yakni penyelanggara kabupaten/kota sehat. Dimana kompetisi ini dilakukan langsung oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

‎Bahkan sebagai langkah awal komitmen Pemkab Mura untuk mengikuti ajang nasional tersebut, Rabu (9/1) Bupati Mura H Hendra Gunawan melakukan audiensi sekaligus sosialisasi dengan Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI Dr Imran Agus Nurali di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Mura.

‎Usai audiensi, Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI Dr Imran Agus Nurali menyampaikan, dimana penyelenggara kabupaten/kota sehat hal ini bertujuan untuk mewujudkan wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduknya dengan mengoptimalkan potensi ekonomi masyarakat.
‎Untuk hari ini (kemarin, red), yakni baru sebatas sosialisasi. Bahkan Kabupaten Mura secara niat yang memang sudah ada, seperti halnya untuk dokumen-dokumen yang sudah disusun oleh Pemkab Mura. Dimana kegiatan ini dilaksanakan pada tahun ganjil, untuk pemberian apresiasi penghargaan dari Kementerian Kesehatan dan Kemendagri untuk kabupaten/kota sehat.
‎”Kemudian dari sisi apa yang disampaikan bupati, bahwa Kabupaten Mura saya rasa kalau mau mengajukan sebagia KabupatenSehat sudah sesuai dengan kriteria. Keudian akan dilakukan penilaian, untuk memastikan apakah sudah cukup baik dari apa yang disampaikan tadi,” ucapnya.
‎Kendati baru pertama kali, namun Kabupaten Mura yang saat ini sudah memenuhi syarat utama, khususnya untuk masalah sanitasi, yakni mencapai83 persen dan melampaui standar minimal 60 persen. Hanya saja, kedepan tetap harus 100 persen.
‎”Kabupaten/kota sehat ini mencakup keseluruhan. Namun setiap Kabupaten/kota yang mengikuti ajang ini, minimal harus ada dua tatanan yang terpenuhi. Pertama tatanan untuk  sarana dan prasarana umum yang sehat. Mulai dari infrstruktur dan bangunan-bangunan yang memenuhi kecukupan pelayanan, misal dari puskesmas, PDAM dan juga sanitasi,” jelasnya.
‎Sedangkan untuk tatanan yang kedua lanjut ia, yakni tatanan masayarakat yang mandiri dan sehat. Artinya merupakan dampak dari tatanan pertama kepada masyarakat yang mandiri dan sehat. Dimana kegiatan-kegiatan yang inovasi seperti posyandu dan inovasi itu merupakan salah satu bentuk dampak dari kegiatan dimasyarakat.
‎”Sehingga dua kegiatan atau tananan tersebut yang minimal wajib dan harus diselenggarakan untuk mengikuti penyelengara Kabupaten/Kota Sehat,” imbuhnya.
‎Dijelaskannya, dimana kegiatan ini diadakan dua tahun sekali yang kemudian didalamnya ada pembinaan, baik dari pusat, provinsi. Dalam Kabupaten/Kota Sehat ini setidaknya ada tiga tingkatan, yakni PADAPA yakni dua tatanan tersebut, kemudian WEWERDA yaitu dua sampai empat tatanan, mulai dari pendidikan dan sosial terkait.
‎”Sedangkan untuk tingkatan yang ketiga yakni WISTARA, yakni tingkatan tertinggi minimal lima sampai sembilan tatanan, seperti lalulintas yang sehat dan tertib, dan pariwisatanya menjadi optimal dan berdampak pada ekonomi masyarakat, termasuk jug pada kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
‎Kemudian untuk penilaian sambung ia, akan dilaksanakan pada Juli sampai Oktober, baru kemudian untuk verivikasi. Kegaiatan ini merupakan kegiatan lintas dapertemen atau kementrian. Sehingga program ini juga ditingkat Kabupaten lintas OPD.
‎”Kemudian juga ada tim independent, yang akan menilai dokumen yang masuk, baru kemudian dari dokumen itu kita verivikasi ke lapangan. Apakah memang kegiatan-kegiatan yang ada didalamnya itu benar-benar ada dilapangan,” tutupnya.
‎Sementara itu, Bupati Mura H Hendra Gunawan menyampaikan, dirinya mengucapkanb syukur Alhamdulillah. Dimana untuk kali pertamanya Kabupaten Mura mengikuti ajang Penyelenggara Kabupaten/Kota Sehat. Bahkan, untuk hal ini Bupati juga optimis mampu meraih penghargaan tersebut.
‎Sebab dikatakan Bupati, berdasarkan data yang dimiliki Kabupaten Mura yang hanya untuk disatukan menjadi dokumen. Terlebih, sejak Dirinya bersama Hj Suwarti dilantik sebagai Bupati dan Wabup pada 17 Febuari 2016 lalu, yang kemudainb pada Maret langsung meluncurkan gerakan Mura Sempurna Sehat.
‎” Artinya bupati bersama dengan OPD, berkomitmen setiap bulannya untuk turun langsung melihat kondisi kesehatan di masyarakat. Melihat infrastruktur, melihat kinerja dari tenaga medis dilapangan. Bahkan saat ini angka statistik kesehatan kita, mulai dari jamban, sanitasi dan sudah melampui standar minimal yakni 60 persen, dan bisa saja untuk data terbaru sudah sampai 90 persen,” kata Bupati.
‎Dengan modal tersebut, intinya Kabupaten Mura siap untuk mengikuti Penyelenggara Kabupaten/Kota sehat. Kedepan kegiatan lintas OPD akan lebih diintegritaskan, sebab masalah kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan melainkan seluruh lintas OPD. Sebab hampir 75 persen diluar kesehatan, mulai dari lingkungan, sanitasi, infrastruktur dan sapras serta prilaku masyarakat.
‎”Sama halnya dengan jamban. Dimana sebelumnya masyarakat kita yang masih memegang erat warisan nenek moyang, yang mana masyarakatnya masih buang air besar di sungai. Untuk proses merubah budaya tersebut, hampir setiap minggu dan setiap bulannya kita sosialisasikan, dan juga dengan keroyokan agar masyarakat membuat jamban sehat,” tutupnya. (Roem Royen)‎

Continue Reading
You may also like...

More in Musirawas

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top