Connect with us

Mura Daerah Sangat Inovatif Ke-4 di Indonesia

Musirawas

Mura Daerah Sangat Inovatif Ke-4 di Indonesia

*Rilis Hasil Indeks Inovasi Daerah Balitbang Kemendagri RI

MUSI RAWAS LK-Pemerintah Kabupaten Musi Rawas makin memperkokoh kedudukannya sebagai daerah yang inovatif.

Setelah dua tahun berturut-turut Bupati H Hendra Gunawan meraih penghargaan Innovatif Government Award (IGA), kini Musi Rawas menjadi daerah urutan keempat Kategori Kabupaten Sangat Inovatif se-Indonesia.

Hal itu terungkap dari hasil rilis Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia (Balitbang Kemendagri RI) melalui surat dengan nomor 002.6/3444/LITBANG perihal Hasil Indeks Inovasi daerah tahun 2018.

“Dalam surat tertanggal 22 Agustus 2019 yang disampaikan kepada seluruh Gubernur, Bupati dan Walikota se-Indonesia dijelaskan secara detil mengenai Hasil Indeks Inovasi Daerah Tahun 2018 dan juga urutan nama-nama daerah dengan kategori masing-masing,” jelas Plt Kepala Diskominfo dan Statistik Kabupaten Mura, M Rozak.

Disampaikan M Rozak, untuk pemerintah kabupaten ada 53 daerah dengan kategori Sangat inovatif dimana Kabupaten Mura urutan keempat dibawah Padang Pariaman, Banyuwangi dan Banggai. Sementara Provinsi Jabar, DKI Jakarta, Bali, Sumbar, Jatim, DI Yogyakarta, Jambi Banten, Sumsel dan Sumut Sangat Inovatif dengan Jateng dan Sulsel kategori Inovatif, serta propinsi lainnya Kurang Inivatif.

“Dalam rilis tersebut disampaikan untuk kategori sangat inovatif memiliki skor 1.001 keatas, kategori inovatif nilai 501 hingga 1.000 dan kurang inovatif skor 1 sampai 500,” kata M Rozak sembari menunjukkan surat yang ditandatangani Kepala Balitbang Kemendagri RI, Drs Dodi Riyadmadji MM.

Secara gamblang dipaparkannya pula, program prioritas nasional penilaian inovasi daerah dilakukan dalam rangka pembinaan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Berdasarkan hasil indeks inovasi daerah yang digunakan sebagai acuan dalam pemberian penhargaan pemerintah daerah inovatif (IGA) tahun 2018 telah ditetapkan lima daerah provinsi sangat inovatif, 10 daerah kabupaten sangat inovatif, enam daerah kota kategori sangat inovatif, termasuk klaster daerah tertinggal, daerah perbatasan, daerah papua dan papua barat.

Dijelaskan pula, Kemendagri RI melalui Balitbang telah menyelenggarakan penilaian dan memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah inovatif sesuai dengan amanat Undang Undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah dan Peraturan Pemerintah nomor 38 tahun 2017 tentang inovasi daerah.

“Dipertegas bahwasanya pemberian penghargaan pemerintah daerah inovatif ditujukan untuk mendorong terciptanya daya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintah daerah dalam masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik. Tentunya dalam rangka menciptakan kesejahteraan tata kelola pemerintah daerah yang terbaik, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan daya saing daerah,” papar M Rozak.

Untuk penilaian pemerintah daerah terinovatif didasarkan pada bentuk inovasi daerah sesuai ketentuan pasal 2 ayat (2) Peraturan Pemerintah nomor 38 Tahun 2017 tentang inovasi daerah yaitu, inovasi tata kelola pemerintahan daerah, inovasi pelayanan publik dan inovasi daerah lainnya sesuai bidang urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.

Penilaian inovasi daerah dilakukan melalui mekanisme pengukuran indeks inovasi daerah sesuai dengan peraturan Mendagri nomor 104 tahun 2018 tentang penilaian dan pemberian penghargaan dan atau insentif inovasi daerah.

“Dipertegas pula bahwasanya indeks inovasi daerah adalah seperangkat variabel dan indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat inovasi daerah berdasarkan periode tertentu. Untuk mengukur inovasi daerah, pusat Litbang inovasi daerah menggunakan acuan indeks inovasi daerah sebagai dasar perhitungan statistik pemberian penghargaan pemerintahan daerah inivatif dengan menggunakan rincia empat variabel yaitu variable inpit, proses, output dan outcome yang terdiri dari 35 indikator,” imbuhnya.

Pengukuran indeks inovasi daerah dilakukan dengan metode input profil inovasi daerah dengan mengunjungi alamat sistem informasi daring http:/­indeks.inovasi.otda.g­o.id/layanan. Selanjutnya hasil indeks inovasi daerah digunakan untuk kegiatan pemberian oenghargaan Innovatif Goverment Award (IGA), pendampingan penerapan model replikasi dari hasil inovasi daerah, rencana aksi dan pembinaan bagi pemerintah daerah, pemberian penghargaan atau insentif inovasi daerah.

Sebagai informasi tambahan, Musi Rawas menjadi Juara IV peraih penghargaan IGA Award di 2017 dan 2018 lalu menjadi juara I atau meraih titel sebagai kabupaten paling inovatif se-Indonesia untuk kategori daerah tertinggal.

Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan mengaku sangat terkejut dengan rilis Balitbang Kemendagri RI tersebut.

“Saya benar-benar kaget, ternyata dari rilis Hasil Indeks Inovasi Daerah Balitbang Kemendagri RI kita (Musi Rawas, red) berada di urutan keempat Kabupaten Sangat Inovatif. Luar biasa, ini tentu cukup membanggakan dan menambah semangat kita untuk terus berinovasi,” kata Bupati H Hendra Gunawan.

Pencapaian ini menurutnya hasil kerja keras semua pihak dan dipersembahkan untuk masyarakat Musi Rawas. Dengan penghargaan IGA 2017 dan 2018 serta pencapaian saat ini tentunya akan menjadi penambah semangat untuk berinovasi bagi semua OPD terkhusus desa dalam membangun daerah menuju Musi Rawas Sempurna.(Rls/Roem)

 

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top