Connect with us

Menjelang Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako Naik ‎

Musirawas

Menjelang Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako Naik ‎

MUSI RAWAS LK-Mendekati perayaan natal dan tahun, nampak harga sembako disejumlah pasar tradisional di Kabupaten Musi Rawas (Mura), mengalami kenaikan.

Hal tersebut dibenarkan, Kepala Dinas Perindustrian da Perdagangan, ‎(Disperindag), Kabupaten Musi Rawas (Mura), ‎Hj Nurhasanah, melalui Kasi Distributor Pangan Armansyah mengatakan bahwa ‎untuk saat ini ada beberapa sembako yang mengalami kenaikan harga, seoerti halnya harga telur ayam, namun tidak terlalu signifikan, yakni pada minggu lalu sebesar Rp 40 ribu dan sekarang naik Rp 41 ribu perkarpet. Bahkan kenaikan ini terus terjadi disetiap pekannya.

“Kemudian daging ayam, untuk di pasar B Srikaton Kecamatan Tugumulyo sebesar Rp 32 ribu dan di Pasar Megang Sakti Rp 31 ribu naik dari harga sebelumnya Rp 30 ribu perkilonya. Selanjutnya harga cabe rawit dari Rp 28 ribu perkilonya, naik menjadi Rp 30 ribu perkilonya, dan daging ayam dari Rp 30 ribu perkilonya menjadi Rp 32 perkilonya,” kata Armansyah.
Arman sapaanya menjelaskan, untuk harga antara Pasar B Srikaton dan Pasar Megang Sakti mengalami perbedaan. Hal itu dikarenakan tingkat pembelu di Pasar B Srikaton lebih tinggi, dan pedagang juga hanya menyetok bahan bakunya hanya dua smpai tiga hari. Sehingga perputaran harga lebih cepat, jika dibandingkan di Pasar Megang Sakti yang rata-rata pedagangnya menyetok bahan dengan jumlah yang banyak.
“Hampir keseluruhan bahan kebutuhan masyarakat di Mura ini dari luar semuanya, memng ada yang dari lokal. Namun hanya sebatas menambah stok dan tidak mencukupi kebutuhan masyarakat. Seperti cabai, dari Curup dan jawa. Kemudian telur dari Padang, Palembang dn juga Medang,” jelasnya.
Sementara itu disinggung mengenai prediksi kenaikan harha menjelang natal dan tahun baru 2019. Maka dirinya mengatakan, bahwa untuk natal harga tidak akan naik. Namun untuk menjelang tahun baru biasanya kenaikan harga terjadi pada daging ayam dan juga sayuran serta talur. Karena tingkat pembeli akan meningjat jika dibandingkan dengan hari biasanya.
“Tapi kenaikan ini tidak lama, biasanya mulai dari srhari sebelum tahun baru dn kemudian srhari pasca tahun baru. Karena kebutuhan meningkat sat tahun baru saja, mungkin biasanya ada berbgai macam acara. Tapi gejolak harga tidak terlalu signifikan dan hanya karena situasi,” tutupnya. (Roem Royen)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top