Connect with us

Lima TKI Asal Mura Dideportasi

Musirawas

Lima TKI Asal Mura Dideportasi

MUSI RAWAS LK– Sejak pandemi Covid-19, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Kabupaten Musi Rawas (Mura) menerima laporan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel), bahwa sedikitnya lima warga asal Kabupaten Mura yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia dan Turki di deportasi karena tidak memiliki legalitas resmi.

“Sejak adanya Corona ini, kami menerima laporan dari provinsi, bahwa ada lima TKI asal Kabupaten Mura yang dideportasi, karena tidak memiliki legalitas yang lengkap,” kata Kepala Disnakertrans Mura, H Mefta Joni melalui Kabid Penta dan Perluasan Kesempatan Kerja (PKK), Hardiman.

Ia menjelaskan, diketahui ternyata kelima TKI asal Mura tersebut keberangkatannya melalui jasa tang tidak terdaftar atau ilegal, dan melaluin jalur Batam. Sehingga, para TKI asal Kabupaten Mura tersebut terjaring razia oleh petugas dan karena tidak memiliki legalitas langsung di deportasi.

“Lima TKI non prosedural yang di deportasi ini, mereka mereka berangkat melalui perusahaan jasa yang tidak memiliki legalitas. Empat dari Negara Malaysia dan satu dari Negara Turki, dengan rincian empat perempuan dan satu laki-laki. Mereka terkena razia oleh petugas dan tidak memiliki legalitas. Mereka juga berangkat melalui jalur Batam,” ungkapnya.

Terlepas dari itu lanjut ia, untuk 2021 ini belum ada pemberangkatan TKI asal Kabupaten Mura. Namun, jika berdasarkan data di 2020, ada delapan warga Kabupaten Mura yang menjadi TKI di luar negeri dengan negara tujuan tujuh di Malaysia dan satu di Singapure. Delapan TKI ini didominasi bekerja sebagai pengasuh dan asisten rumah tanga.

“Rata-rata delapan warga ini dari Kecamatan Megang Sakti. Kalau di 2021 ini tidak ada pemberangkatan, karena Corona jadi semua penempatan TKI ditutup semuanya,” jelasnya.

Hanya saja sambung ia, untuk saat ini berdasarkan surat keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatab Kerja Nomor 3/20888/PK.02.02/VIII/2020, tentang penetapan negara tujuan penempatan tertentu bagi pekerja migran Indonesia pada masa adaptasi kebiasaan baru, ada beberapa negara yang membuka penempatan kerja.

“Yakni Aljazair, Hongkong, Korea Selatan, Maladewa, Nigeria, Persatuan Emirat Arab, Polandia, Qatar, Taiwan, Turki, Zambia dan Zimbabwa. Kalau TKI ini sistemnya kontrak biasanya dua tahun, sedangkan penyalurannya melalui PPTKIS dan Agensi. Namun sebelum berangkat, para calon TKI akan diberikan pelatihan yang dilaksanakan oleh perusahaan penyalur,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sedangkan untuk proses pemberangkatan TKI sendiri, dimana para calon TKI harus menyerahkan dokumen dan berkas ke Disnakertrans Kabupaten Mura didampingi pihak penyalur, kemudian di verifikasi kelengkapan berkas perusahaan, dan kita buat pengantar pembuatan paspor.

“Jika tanpa pengantar Disnaker, maka pihak Imigrasi tidak bisa menerbitkan paspor. Kami kembali menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah diiming-imingi dan mudah terpancing dengan kerja mudah dan gaji besar, tapi ujung ujungnya bekerja dengan penyalur yang tidak resmi,” tutupnya. (Roem)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top