Connect with us

KPPPA RI, DPPPA Mura Gelar Bimtek Kader Sapa DRPPA

Musirawas

KPPPA RI, DPPPA Mura Gelar Bimtek Kader Sapa DRPPA

MUSI RAWAS LK-Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA RI), menggelar Bimbingan Teknis Kader Sapa DRPPA Bagi Daerah di Kabupaten Mura.

Bimtek tersebut digelar sekaligus difasilitasi oleh, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), Kabupaten Mura diruang rapat kerja, sekitar pukul 08.00 WIB, Rabu (13/4/2022).

Untuk diketahui, Bimtek ini merupakan lanjutan rakaian, setelah Desa Bangun Rejo Kecamatan Sukakarya dan Marga Sakti Kecamatan Muara Kelingi, ditetapkan sebagai Desa Ramah PPPA oleh PPPA RI, di Desa Tabuan Asri, Kabupaten Banyuasin, Senin (11/4/2022), lalu.

Dihadiri langsung, Kepala DPPPA Kabupaten Mura, M Rozak dan hadir sekaligus memberikan materi Bimtek perwakilan PPPA RI, M Soleh, Fasilitator Nasional, Yuniarti, Fasilitator Provinsi Sumsel, Misharmina dan Fasilitator Kabupaten Mura, Dewi Kruniati

Hal tersebut dibenarkan, Kepala DPPPA Kabupaten Mura, M Rozak saat dimintai keterangan, diruang kerjanya, sekitar pukul 11.30 WIB, Rabu (13/4/2022).

“Iya, setelah ditetapkannya dua desa, yakni Desa Bangun Rejo dan Marga Sakti sebagai Desa Ramah PPPA, hari ini dilaksanakan Bimtek Kader Sapa DRPPA ini,” kata M Rozak.

M Rozak menjelaskan, dari Bimtek ini perwakilan setiap desa harus berperan khususnya dalam melindungi perempuan dan anak melalui program-program yang positif.

Selain itu, salah satu bentuk harapan kepada masyarakat didesa, mudah-mudahan langka strategi ini bagus dan dianggarkan pendanaanya sesuai dengan dana DAK, tentunya akan lebih maju.

“Jadi bukan hanya peran serta perwakilan desa, namun kembali lagi akan lebih baik dan maju apabila, adanya anggaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, M Rozak menjelaskan, Desa Ramah PPPA tidak terlepas dari 10 indikator yakni pengorganisasian perempuan dan anak di desa, desa memiliki data pilah yang memuat tentang perempuan dan anak, ada kebijakan di desa yang mengatur implementasi DRPPA.

Kemudian, ada pembiayaan keuangan di desa untuk mewujudkan DRPPA, presentase keterwakilan perempuan di pemerintahan desa, presentase perempuan wirausaha di desa. Tidak ada anak yang bekerja, tidak ada kekerasan perempuan dan anak di desa, meningkatnya peran ibu dan keluarga dalam pengasuhan dan pendidikan anak serta tidak adanya perkawinan anak.

“Insyaallah, dengan ketekunan dan kerjasama yang baik dari semua elemen terkait semua indikator itu dapat dilaksanakan secara maksimal,” tutupnya.(Roem)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

More in Musirawas

Trending

Terkini

LinggauKlik

To Top