Connect with us

Komisi IV DPR RI Kunker Ke Mura

Musirawas

Komisi IV DPR RI Kunker Ke Mura

MUSI RAWAS LK-Komisi IV DPR Republik Indonesia (RI) melakukan kunjungan kerja (Kunker) spesifik ke Kabupaten Musi Rawas (Mura), sekaligus melakukan diskusi bersama Kelompok Tani Perikanan (Pokdakan) Kabupaten Mura, Kamis (30/1/2020).

Kunker tersebut tidak lain dilakukan untuk melihat dan mengetahui perkembangan budidaya ikan di Kabupaten Mura.

Tak hanya itu, dalam kunker Komisi IV DPR RI tersebut juga menjadi ajang penampungan aspirasi dan harapan para Pokdakan di Mura, serta penyerahan bantuan benih unggul untuk membantu meniangkatakan produksi ikan serta peninjauan lokasi budidaya ikan.

Kunker Komisi IV DPR RI yang dipimpin langsung Wakil Ketua Komisi IV DPRI, Daniel Johan bersama anggotanya diterima langsung Bupati Mura, H Hendra Gunawan dan Wakil Bupatio, Hj Suwarti beserta jajarannya. Turut mendampingi Komisi IV, Dirjen Budidaya Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, Dr. Ir. Selamet Soebjakto dan Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam, Jambi.

Kunjungan diawali dengan diskusi bersama jajaran Pejabat Pemkab Mura di Pendopoan, dan dilanjutkan dengan peninjauan budidaya ikan milik Hj Farida di Desa Tanah Priuk Kecamatan Muara Beliti, dan ditutup dengan diskusi dan mendengarkan aspirasi petani ikan di Kabupaten Mura di Desa E Wonokerto Kecamatan Tugumulyo.

Bupati Mura, H Hendra Gunawan mengucapkan terimakasih atas kunjungan Komis IV DPR RI mengawali 2020. Dan ini sinergi dengan perikanan di Kabupaten Mura, mengingat hampir 70 persen masyarakat Mura mengantungkan pendapatannya di sektor pertanian dan perikanan.

“Satu hal yang dibutuhkan masyarakat dengan cita-cita yang dirintis hampir 6 tahun lalu yakni pendirian Broodstock. Dimana Kabupaten Mura ditetapkan pusat pembenihan air tawar. Sehingga nanti dari kunjungan ini bisa segera direalisasikan dengan baik,” kata Bupati.

Terlebih sambung Bupati, Pemkab Mura sudah menyiapkan lahan seluar 41 Ha yang dihibahkan ke Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP RI) yang sudah disertifikatkan. Lantaran kemungkinan keterbatasan anggaran sehingga perkembangannya tidak signifikan.

“Dengan kahadiran Komisis IV DPR RI ini diharapkan nantinya membawa harapan baru untuk kesejahteraan petani ikan di Kabupaten Mura dan meningkatkan produksi ikan Kabupaten Mura sehingga bisa terus bertambah dan tidak hanya untuk konsumsi masyarakat lokal saja. Melainkan juga bisa mengekspornya,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan mengakui merasa senang dan bangga dengan Kabupaten Mura. Sebab Kabupaten Mura termasuk kabupaten yang maju disektor budidaya ikan. Hal tersebut terlihat dari kemandirian masyarakat dalam meningkatkan produksinya.

“Dimana biasanya panen enam bulan sekali sudah bisa panen tiga bulan sekali. Bahkan kualitas ikan yang dihasilnya juga sangat berkualitas. Ini menjadi tantangan bagi kami, dimana semua yang mandiri harus bisa naik kelas,” katanya.

Bahkan lanjut ia, Kabupaten Mura memiliki potensi tersendiri untuk menjadi pusat pembenihan unggul nasional. Terlebih dukungan yang diberikan Pemkab Mura yang luar biasa dengan menghibahkan lahan seluas 41Ha kepada Pemerintah Pusat untuk pembangunan broodstock.

“Ini menjadi PR kami untuk menggunakan dan mengelolanya dengan baik. Namun untuk mencapai target yang jelasnya, yakni meningkatkan produksi nasional, meningkatkan PAD dan meningkatykan devisa serta menurunkan angka kemiskinan dan menurunkan angka stunting serta meningkatkan pendapapatan masyarakat,” jelasnya.

Kemudian terkait dengan terget untuk pengoperasioan Boodstock di Kabupaten Mura yang saat ini belum terlesaikan. Ia menyampaikan untuk menyelesaikannya membutuhkan anggaran Rp200 M.

“Tentunya ini akan dibahas dalam pembahasan APBN, jika memang tidak memungkinakan secara langsung mungkin bisa dilakukan secara bertahab. Namun yang terpentiung bukan hanya programnya, melainkan program yang ada bisa mewujudkan kinerja-kinerja yang menjadi prioritas nasional,” ungkapnya.

Terpisah, Dirjen Budidaya Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, Dr. Ir. Selamet Soebjakto menyampaikan ucapan terimakasih atas lahan yang dihibahkan Pemkab Mura untuk KKP RI yang nantinya akan dibangun menjadi tempat pusat induk dan benih ikan nasional.

“Memang bahwa laham yang diberikan seluas 41Ha belum semuanya terbangun dan baru beberapa tergarap dan memang belum optimal. Karena keterbatasan anggaran sehingga pembanguna tersedat. Namun dipastikan pembangunan akan terus dilanjutkan,” jelasnya.

Dikatakannya, dengan pendirian Brodstock di Kabupaten Mura ini nantinya akan digunakan sebagai pusat induk ikan air tawar yang bisa mensuplai daerah lain di Sumsel dan pulau lainnya. Selain itu, juga menjadi pusat tiknologi pembudidayaan dan tempat pelatihan bagi masyarakat di Sumsel.

“Sekaligus menjadi percontohan budidaya ikan air tawar. Kami akan bangun dengan sistem perbenihan yang modern dengan menggunakan model RAS yang bisa meningkatkan produktifitas hingga 200 kali lipat untuk benih,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Kabupaten Mura merupakan salah satu pemasok ikan terbesar di Sumsel, mulai dari ikan jenis nila, lele, gurame dan mas. Ia berharap, agar kedepan Kabupaten Mura menjadi tumpuan harapan sebagai produsen budidaya untuk memasok induk dan benih ikan di Sumsel dan kabupaten lainnya.

“Dalam pembanguan Broodstock di Kabupaten Mura nantinya akan berdiri menjadi Balai dan proses penganggaran dan kedepan akan mandiri. Kami mohon dukungan dan bantuan ke Bupati untuk bisa memfasilitasi dalam kemudahan proses pembangunan brodstock tersebut,” tutupnya. (Roem)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top