Connect with us

Klaim Tak Bisa Penuhi Tuntutan

Musirawas

Klaim Tak Bisa Penuhi Tuntutan

MUSI RAWAS LK- Sejumlah oknum pengurus Koperasi Unit Desa (KUD), Martiban, Kecamatan TPK, menyampaikan tuntutan berupa hak plasma kepada PT Gunung Sawit Selatan Lestari (PT GSSL). Dimana, sedikitnya tiga tuntutan disampaikan.

“Sebelum memang ada, oknum KUD Martiban yang menuntut PT GSSL mengenai plasma. Namun sebenarnya kalau saya tangkap dan berdasarkan informasi, bukan hanya plasma, tapi ada tiga item yang dituntut,” kata Manager Perusahaan PT GSSL, Ir Syaripuddin Munthe, Senin (19/10/2020).

Dikatakannya, adapun tiga item tersebut yang pertama, menuntut agar konvensasi setiap bulan dari Rp 500 ribu menjadi Rp 1 juta, dengan alasan buah sawit setiap panen bertambah serta berdasarkan perbandingan dengan PT AKL.

Kedua, agar bisa dilibatkan ikut serta ataupun meminta proyek dalam perusahaan tersebut, dan ketiga meminta untuk meninjau ulang peta lokasi plasma.

“Jadi ada tiga item yang dituntut dari oknum tersebut,”terangnya.

Menurut ia, tuntutan yang pertama sebenarnya mengenai pengambilan keputusuan tuntutan harus melibatkan anggota koperasi dan harus dirapatkan terlebih dahulu.

Apalagi, anggota koperasi ini cukup banyak sekitar 145 anggota. Namun yang datang mengajukan tuntutan hanya sekitar 40 anggota, artinya tidak sampai separuh dari jumlah keseluruhan itupun tidak dirapatkan terlebih dahulu.

“Mengapa saya seperti itu menyampaikan, karena saya merupakan salah satu dari anggota tersebut, dan tidak ada persetujuan ataupun rapat sebelumnya guna membahas tuntutan itu, selain itu mengenai hasil tuntutan kembali kepada pihak perusahaan apakah bisa menerima atau tidak,”paparnya.

Kembali ia menjelaskan, kedua sebelumnya oknum tersebut sudah dilibatkan atau diberi proyek itupun bukan satu melainkan tiga, seperti proyek pertama diberi proyek rawat borongan gawangan yang cukup lumayan penghasilannya, tetapi sisa hasilnya tidak ada.

Lalu, diberikan proyek gorong-gorong untungnyapun cukup besar tetapi tidak jelas kepada anggotanya, hanya untuk pengurus tertentu saja. Termasuk, diberikan proyek angkutan berupa truk tanpa uang muka, namun ternyata ansurannya kecil padahal untungnya cukup besar dari proyek angkutan tersebut.

Kemudian, ketiga meminta tinjau ulang peta lokasi. Item ini tidak bisa dilakukan, karena tidak bisa sudah kesepakatan bersama. Sebab yang awalnya melakukan kesepakatan bersama ada anggota sebelumnya, namun yang saat ini tidak ikut saat menjalin kesepakatan awal.

Munthe menambahkan, pastinya apabila ada oknum yang akan melakukan tindakan melawan hukum terhadap PT GSSL, maka jujur saja akan diproses sesuai hukum.

“Apalagi sebelumnya, menyampaikan tuntutan kepada PT GSSL, tidak memberikan ataupun izin kepada aparat keamanan setempat,”tutupnya.(Roem)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top