Connect with us

Kepala BATAN Panen Raya di Mura

Musirawas

Kepala BATAN Panen Raya di Mura

*2,5 Hektare Lahan Padi Kahayan di Panen

MUSI RAWAS LK-Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Prof Dr Anhar Riza Antariksawan sengaja datang ke Kabupaten Musi Rawas (Mura), tepatnya di Desa G1 Mataram, Kecamatan Tugumulyo, sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (4/9/2019).

Kedatangan, Kepala BATAN beserta rombongan ke bumi berslogan, “Lan Serasan Seketenan” untuk menghadiri Panen Raya Padi Varietas BATAN dalam, Kegiatan Pemanfaatan Hasil Litbang BATAN Pada Pertanian Terpadu (PHLPT), Program Agro Techno Park (ATP).

Kedatangan tersebut disambut baik oleh, Bupati Mura, H Hendra Gunawan dan Wakil Bupati, Hj Suwarti, Kepala Bappeda, Nanti Kasih dan Plt Dinas Pertanian dan Peternakan, Tohirin, kepala OPD, camat, kades serta kelompok tani.

Padi yang dipanen berjenis Kahayan, dari kelompok Tani Makmur di ketuai oleh, Wakidi, dengan l‎uas lahan sawah sekitar 2,5 hektare dan hasil panen 8,60 ton gaba, kemudian setelah digiling menghasilkan 7,38 ton gaba kering dengan hasil 4,70 ton beras.

Kepala Bappeda, Kabupaten Mura, ‎Nanti Kasih menyampaikan laporan panen raya,  tujuan panen sekaligus kegiatan ini untuk meningkatkan swasembada pangan di tingkat Kabupaten Mura baik padi maupun kedele.

“Kemudian, dalam mensejahterakan masyarakat secara umum. Tentu saja dengan sasaran budaya masyarakat yang berkelanjutan melalui padi dalam rangka meningkatkan padi varietas unggul,” kata Nanti Kasih.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mura,H Hendra Gunawan menyampaikan sambutannya tentunya para petani harus tetap semangat.

Walaupun saat ini masih dikatakan memasuki musim kemarau, karena pada, Selasa (27/8/2019), lalu ‎kita bersama-sama melaksanakan salat turun hujan dan hasilnya cukup memuaskan.

“Maka dari itu, kita harus tetap bersyukur dan jangan mudah putus asa, nikmati dan syukuri apa yang diberikan dan dikehendaki oleh Allah SWT,” kata Hendra Gunawan.

Bupati mengucapkan, selamat datang dan terima kasih kepada saudara kita yang hadir mulai dari kepala BATAN beserta rombongan serta para dinas pertanian diluar daerah serta para intansi terkait dan kelompok tani.

“Ini semua demi memperjuangankan nasib para petani, tentu saja harus tetap semangat, namun kembali lagi apabila petaninya semangat, tanpa ada dukungan dari pemerintah daerah maupun pusat maka keberhasilan tidak akan bisa diperoleh,” jelas H2G sapaan Hendra Gunawan.

Lebih lanjut, H2G memaparkan, sebenarnya kerjasama dengan pihak BATAN sudah sejak 2013 lalu hingga 2019, dimana telah banyak dukungan dan bantuan khususnya para petani di Mura dengan setuhan teknologi nuklir.

“Yang selama ini, kita ketahui bahwa nuklir digunakan hanya untuk perang saja, namun ternyata bisa digunakan untuk mensejahterkan nasib petani padi,” papar Insiyur Pertanian ini.

Kembali, bupati memaparkan, berkat pihak BATAN melalui padi jenis Dayang Rindu varietasnya juga saat ini uji lokasi, nantinya apabila masih kemarau akan tetap menjadi padi unggulan kita.

“Sebab, kualitas padi tersebut tidak bisa dipungkiri, apabila makan pagi hari masih merasakannya kenyang hingga malam, saat makan padi ini enaknya luar biasa walaupun hanya dengan kecap dan sambel sehingga membuat rindu,” ucap H2G‎

Masih kata, Hendra Gunawan, tidak bisa dipungkiri saat ini petani padi masih rebutan air dari aliran irigasi dengan petani kolam ikan, tentu saja ini butuh perjuangan.

Tetapi mengucapkan syukur karena dipihak provinsi membantu para petani padi dengan membuka saluran irigasi untuk membantu petani dengan kondisi kemarau saat ini, oleh sebab itu petani padi jangan mudah putus asa.

Sebelumnya, di 2004 masih berstatus daerah tertinggal, namun pada 31 Juli 2019 lalu status tersebut sudah dituntasknan dengan bantuan dan bimbingan dari semangat para petani di Mura.

“Saat ini Desa Sangat Tertinggal sudah tidak ada atau nol, sedangkan Desa Tertinggal saat ini hanya belasan desa yang sebelumnya puluhan,” tutup pria yang hobi menjadi penjaga gawang sepakbola ini.

Senada disampaikan, Kepala BATAN, Prof Dr Anhar Riza Antariksawan memberikan sambutan sekaligus arahannya, dirinya mewakili pihak BATAN merasa sangat senang datang ke Mura, sebab sebelumnya pada 2005 lalu ATP masih dalam pembicaraan dan belum berjalan, namun saat ini sudah berjalan dan bisa dikatakan maju cukup pesat.

“Sebab saya tahu, ‎kelompok petani sangat atusias dengan adanya ATP, program ATP ini program pemerintah pusat sejauh ini selain sudah ada di Mura juga sudah ada di Klaten. ‎Semuanya menyambut baik, apalagi satu varietas saja sudah diatas rata-rata, tentu saja gembira hanya bukan ‎bagi saya tapi bagi semua orang,” kata Anhar sapaanya.

Prof Anhar menjelaskan, namun kedepannya akan membuat penelitian guna untuk melakukan budidaya dengan baik, mulai dari pupuk, pengaturan air, karena tidak bisa mengadakan beni saja namun semuanya harus cocok dan tepat.

“Salah satu contoh, pemanfaatan ataupun memilih beni yang tahan akan cuaca ekstrim, sebab bukan hanya produktifitas saja tetapi beni yang bisa menghadapi cuaca ekstrim,” tutup Anhar.

Sementara itu, Plt Dispernakan, Kabupaten Mura, Tohirin menyampaikan laporan kondisi dan padi yang dilakukan panen raya.

Jenis padi yang ditanam varietas BATAN yakni jenis padi Kahayan dengan jenis sawah irigasi, kadar air 15.3 persen, berat dalam 1000 butir seberat 27 gram.

Di tanam ‎dari kelompok Tani Makmur di ketuai oleh, Wakidi, dengan l‎uas lahan sawah sekitar 2,5 hektare, berjarak tanam 25X25 cm ‎dan hasil panen 8,60 ton gaba, kemudian setelah digiling menghasilkan 7,38 ton gaba kering dengan hasil 4,70 ton beras.‎

“Jadi para petani berharap varietas ini ditanam di Mura, dan perlu diketahu padi ini tahan terhadap hama wereng namun rentan terhadap angin karena mudah patah,” tutup Tohirin.(Roem)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top