Connect with us

Kenalkan Adat Istiadat Mura, Penasehat dan Lembaga Adat Ikuti Kegiatan Pekan Adat Sumsel

Musirawas

Kenalkan Adat Istiadat Mura, Penasehat dan Lembaga Adat Ikuti Kegiatan Pekan Adat Sumsel

MUSI RAWAS LK-Pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), bekerjasama dengan Pembina Adat Provinsi Sumsel mengelar kegiatan Pekan Adat Sumsel.

Maka dari itu, Penasehat Adat dan Lembaga Adat Kabupaten Musi Rawas (Mura), didampingi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Kabupaten Mura.

Pelaksanaan tersebut dilaksanakan di Taman Bukit Sigutang Palembang, mulai Rabu (11/11/2020), hingga Selasa (17/11/2020).

Acara tersebut dihadiri langsung, Kepala Disbudpar Kabupaten Mura, Syamsul Djoko Karyono beserta istri, Kasi Pelestarian dan Pengembangan Budaya, Emiliana, serta hadir Ketua Pembina Adat Provinsi Sumsel, Albar Subari Sentosa,Kabid Dokpub Budaya, Disbudpar Provinsi Sumsel, Drs. A. Rapanie dan Gubernur Sumsel, H Herman Deru sekaligus membuka acara tersebut.

Kepala Disbudpar Kabupaten Mura, Syamsul Djoko Karyono melalui Kasi Pelestarian dan Pengembangan Budaya, Emiliana mengatakan bahwa kegiatan sekaligus pengelaran ini diikuti oleh 17 kabupaten/kota se Sumsel, salah satu Kabupaten Mura.

“Dalam hal ini, Kabupaten Mura, mengikuti empat kegiatan/pagelaran dari berbagai kegiatan/pagelaran yang diselenggarakan,” kata Emiliana.

Emil sapaanya menjelaskan, adapun empat kegiatan/pagelaran tersebut yakni, pertama Rembuk Adat, yang diwakili Ketua Penasehat Adat Kabupaten Mura, H Ruseno.

Kedua, Pelatihan Aksara Ulu, diikuti oleh Kasi Pelestarian Pengembangan Budaya, Emilia, ketiga Penampilan Tradisional Gitar Tunggal, yang ditampilkan, H Abasuni Ali, serta Penampilan Sastra Tutur Lisan, ditampilkan, H Abasuni Ali dan Yusri.

“Selama pelaksanaan kegiatan/pagelaran tersebut berjalan dengan lancar,” ucap Emil.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, kegiatan/pagelaran ini merupakan rembuk adat mengenai adat istiadat serta pagelaran seni dan sastra di seluruh daerah di Provinsi Sumsel.

Sebab, di 17 kabupaten/kota se Sumsel mempunyai adat istiadat, seni serta sastra yang berbeda-beda.

“Maka dari itula diselenggarakannya kegiatan/pagelaran ini,” ucap wanita yang mengenakan hijab ini.

Emil menambahkan, adapun tujuan kegiatan/pageran ini tidak lain untuk memperkenakan budaya yang ada di Kabupaten Mura, bahwa Mura mempunyai kesenian tradisional dan sastra tutur yang layak tampil di Provinsi Sumsel.

“Karena, tidak bisa pungkiri bahwa adat istiadat saat ini sudah mulai hilang, maka dari itula dilaksanakan kegiatan/pagelaran ini,” tutup wanita mudah akrab ini.(Roem)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top