Connect with us

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat

Musirawas

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat

MUSIRAWAS, LK-Kasus kekerasan melibatkan perempuan dan anak mengalami kenaikan di tahun 2018 ini. Sedikitnya ada 31 kasus dibandingkan sebelumnya hanya ada 27 kasus yang terdata serta dilakukan pendampingan oleh di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ahmadi Zulkarnain melalui ‎Kasi Pemenuhan Hak Anak, Hj Sri Murniasih didampingi Kasi Perlindungan Perempuan, Hj Rusiana mengatakan bahwa kenaikan kasus tersebut masyarakat sudah mulai pintar dan mengetahui hukum.

Selain itu juga masyarakat sudah tidak malu untuk melapor atau melakukan pengaduan. Disamping itu juga ditambah dengan tingkat keberanian untuk melapor.

“Kalau dulu, masih malu, tidak berani untuk melapor, maka dari itu saat ini kasus tersebut mengalami kenaikan,” kata Sri Murniasih didampingi Rusiana, Selasa (6/11/2018).

Sri sapaanya menjelaskan, guna menekan sekaligus mencegah kasus perempuan dan anak, pihaknya melakukan sosialisasi bersama dengan pihak PKK dan kecamatan di Kabupaten Mura mengenai dampak dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Selain itu saat melakukan sosialialisasi apabila ada oknum yang terlibat kekerasan terhadap perempuan dan anak akan dikenakan sanksi hingga pidana.

Sesuai dengan ‎Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 30 tahun 2017, tentang Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak.

Kemudian ditambah dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Kota/Kabupaten Layak Anak (KLA), serta ‎Perda nomor 4 tahun 2018, tentang  Penyelenggara Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan.

“Dengan acuan Perbup dan Perda tidak lain bertujuan untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak,” jelas Sri.

Selain itu pihaknya juga membentuk Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang aksinya akan dilakukan pada awal tahun 2019 yang mempunyai tujuan untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Adapun upaya yang dilakukan yakni ‎pencegahan kekerasn terhadap melalui penguatan keluarga, memberikan wadah konseling bagi keluarga yang nantinya akan dibentuk di 14 kecamatan melibatkan tim PKK kecamatan, tokoh agama dan unsur pemuda.

“Serta akan dibentuk ‎Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), yang melibatkan kades beserta perangkat desa,” ucap wanita berhijab ini.

Disinggung daerah mana yang rentan sekaligus banyak laporan kasus kekerasan perempuan dan anak?

“Sejauh ini kalau dilihat dari data dan laporan, kasus tersebut masih di daerah Kecamatan Muara Beliti, serta pelakunya rata-rata orang terdekat dengan korban bisa tetangga bahkan masih anggota keluarganya sendiri,” tutupnya.

Penulis: Hendy Renaldy – copyright @linggauklik.com 2018

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top