Connect with us

Kadinsos: Bantuan Bencana Tunggu Usulan ‎

Musirawas

Kadinsos: Bantuan Bencana Tunggu Usulan ‎

‎MUSIRAWAS, LK- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura melalui Dinas Sosial (Dinsos) mengklaim, belum ada rencana segera merealisasikan pemberian bantuan bencana kepada korban banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Tuah Negeri beberapa waktu lalu. Sebab, mesti adanya usulan pemerintah setempat seperti camat ataupun Kepala Desa (Kades) lebih dulu. Kepastian itu disampaikan, Kadinsos Mura Agus Susanto ketika dibincangi di ruang kerjanya, Jum’at (2/10/2018) siang.Menurutnya, bahwa mengenai semua terjadinya bencana alam. Sudah menjadi tugas dan fungsi (tupoksi) Dinsos sebagai lini sektor pemerintah menyerahkan pemberian bantuan bencana.

Bahkan, sebagai kesiapsiagaanya, masing-masing pemerintah kabupaten/kota setiap tahun ada dua jenis sumber pemberian bantuan yang berupa bantuan beras. Itu berasal dari beras bantuan pemerintah provinsi maupun bantuan pemerintah pusat yakni Beras Cadangan Pemerintah  (BCP) yang ada sebanyak 100 ton dititipkan di bulog.

“Kita memang mengetahui adanya musibah banjir terjadi merendam belasan rumah warga beberapa desa Kecamatan Tuan Negeri dan Kecamatan Muara Beliti. Tapi, untuk segera kita salurkan bantuan bencana sepertinya belum. Karena menunggu adanya usulan,”terangnya.

Agus Susanto, Kadinsos Mura

Lebih jauh, Mantan Camat Tugumulyo menyebutkan mekanisme pemberian bantuan bencana, harus lebih dulu mengikuti berbagai pertimbangan. Pertama, paling utama setiap apapun bencana mesti harus menunggu kurang lebih tiga atau sampai empat hari, bahkan minimal tujuh hari, ketika bencana tersebut dikeluarkan status darurat.

“Yang jelas, kita akan lihat perkembangan akhirnya. Jika memang sampai menggangu kemampuan warga penuhi kebutuhan ekonomi, atau paling tidak jika memang sampai 7 hari ditetapkan tanggap bencana,  pemerintah setempat segera mengajukan usulan. Dan kita segera proses, kemudian rekomendasi persetujuan bupati selanjutnya diajukan ke pemerintah provisi,”bebernya.

Tidak hanya itu, sambung Agus Susanto, semua dari awal tahun hingga sekarang, kuota bantuan bencana, terutama BCP masih utuh 100 ton belum digunakan. Sedangkan bantuan beras dari pemerintah privinsi barulah sekitar 4 ton disalurkan.

“Sudah dari awal tahun sampai sekarang kita telah salurkan bantuan beras korban banjir yakni 860 kg beras di Desa Suka Merindu. Kemudian Desa Sukamana Kecamatan Terawas bencana banjir 740 kg. Desa Sembatu Jaya sebanyak 1.420 kg. Semua beras tersebut berasal bantuan beras provinsi.  Adapun BCP sendiri, belum digunakan masih ada 100 ton dititipkan di Bulog,”tutupnya.‎

Sementara itu, Ibnu (25) warga Kecamatan Tuah Negeri korban banjir mengatakan, bahwa banjir melanda telah merendam rumahnya. Dan memang kondisi hingga sekarang, air lumayan surut. Walaupun sejumlah perabotan ikut terendam.

“Kita warga tentunya mengharapkan jika memang adanya bantuan pemerintah. Walau hanya banjir air masuk kerumah. Tapi, jika memang hujan lagi, bakalan harus mengungsi,”katanya.

Penulis: Hendy Renaldy – copyright @linggauklik.com 2018

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top