Connect with us

Jatah Gas 3 Kg di Mura Berkurang 148.333 Tabung

Musirawas

Jatah Gas 3 Kg di Mura Berkurang 148.333 Tabung

MUSI RAWAS LK– Kesulitan yang dirasakan warga di beberapa wilayah di Bumi Lan Serasan Sekentenan untuk mendapat Gas LPG ukuran 3Kg atau Gas Melon, bukan dikarenakan kelangkaan.

Melainkan adanya pengurangan jatah gas melon untuk wilayah Kabupaten Mura yang terjadi sejak awal 2021 lalu.

“Untuk 2021 ini, jatah alokasi tabung gas LPG ukuran 3 Kg untuk Mura mengalami penurunan yang cukup signifikan dibanding 2020 lalu,”kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mura, Warindi melalui Kasi Distributor Pangan, Armansyah dikonfirmasi awak media.

Dikatakannya, pada 2020 lalu Mura mendapat alokasi tabung gas sebesar 8.511 Metrik Ton (MT), sedangkan di 2021 ini hanya mendapat aloksi 8.066 MT. Artinya, terjadi pengurangan alokasi sebesar 455 MT atau sebanyak 148.333 tabung gas ukuran 3Kg.

“Jadi memang sangat banyak pengurangannya. Sehingga tidak heran, jika sulit didapat. Ada beberapa pertimbangan pengurangan alokasi tersebut, salah satunya karena pandemi Covid-19, kemudian situasi ekonomi masyarakat yang belum stabil, serta banyak daerah di Mura yang belum bisa disuplai karena faktor jalan dan lain sebagainya,”terangnya.

Menurutnya, kesulitan tersebut juga dikarenakan banyaknya masyarakat yang menggunakan tabung gas subsidi tersebut. Dimana harusnya tabung ukuran tersebut hanya diperuntukan bagi warga miskin atau kurang mampu, namun pada kenyataannya masyarakat mampu pun masih banyak yang menggunakan tabung gas ukuran 3Kg tersebut.

“Sebenarnya tidak langka, tapi masyarakat yang menggunakannya terlalu banyak, sedangkan alokasi terbatas. Apalagi banyak warga yang mampu atau kaya menggunakan tabung gas ukuran 3Kg, padahal tabung ini hanya diperuntukan bagi warga kurang mampu atau miskin,”paparnya.

Selain itu, tidak dipungkiri termasuk juga usaha mikro, kecil menengah (UMKM) termasuk rumah makan besar msih menggunakan tabung gas subsidi. Sehingga, tidak heran jika banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkannya. Untuk itu, diharapkan kepada para pelaku UMKM dan juga warga mampu agar beralih menggunakan gas yang non subsidi.

“Kita akan lakukan sosialisasi ke masyarakat, terkait hal ini. Dilema juga dilapangan, karena hampir 70 persen UMKM termauk rumah makan dn warga mampu semuanya menggunakan gas subsidi ini. Karena memang, penjualan yang bebas dilakukan tanpa ada pengawasan dan siapapun bisa membelinya. Ini yang jadi
masalah,”ungkapnya.

Sementara itu, Darti (48) salah seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kecamatan
Sumber Harta mengaku, sudah sejak dua
pekan terkahir sulit mendapat tabung
gas bersubsidi ukuran 3KG. Sekalipun dapat namun harganya cukup mahal menjadi antara Rp30 ribu hingga Rp33 ribu pertabungnya.

“Sudah hampir dua minggu sulit nyari
tabung gas ukuran 3Kg, bahkan terkadang harus keluar Desa dan Kecamatan untuk mendapatkannya. Itupun harganya sangat mahal bisa sampai Rp30 ribu sampai
Rp33 ribu. Padahal harga biasanya hanya sekitar Rp20 ribu sampai Rp25 ribu pertabungnya,”tutupnya.(Roem)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top