Connect with us

Diprotes, Kades Lubuk Ngin Nyaris Tampar Warga

Kriminal

Diprotes, Kades Lubuk Ngin Nyaris Tampar Warga

MUSIRAWAS,LK – Tindakan tidak terpuji dipertontonkan oleh seorang Oknum Kepala Desa Lubuk Ngin Kecamatan Selangit. Peristiwa itu terjadi saat hendak dimulainya rapat tentang protes penolakan warga terkait pembangunan sarana olahraga yang berlokasi di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Kamis (22/11/2018) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Informasi yang dihimpun linggauklik.com, warga mulai protes saat mengetahui jika sarana olahraga yaitu lapangan futsal outdoor itu dibangun di lokasi TPU yang belum ada persetujuan dari warga. Sebab lahan TPU itu dibeli warga secara swadana dengan cara urunan. Namun, Kades berdalih jika itu bukan lokasi TPU namun eks Lapangan sepak bola.

“Dalam kop surat di absensi ditulis kalau lahan tersebut adalah lahan eks sepak bola bukan TPU. kami minta Kop diubah menjadi lahan TPU. Sehingga terjadi ribut mulut dan kades sepertinya marah hendak menampar orang yang protes. Kami ada video saat kejadian,” kata Pamil Folando yang diamini Dika, keduanya Warga Desa Lubuk Ngin kepada linggauklik.com, (22/11/2018).

Ia menjelaskan, lahan TPU dibeli pada zaman Gindo (Kades) Hj Nanung sekitar tahun 1980-an dengan warga bernama Palmisa. Saat itu, warga Desa Lubuk Ngin urunan uang Rp2.500 per rumah dan didapatlah uang sebesar Rp.450 ribu.

“Oleh pemuda setempat, lahan tersebut ditebas dan dibersihkan hingga dapat dijadikan lapangan sepak bola. Lahan itu memang Eks lapangan sepakbola, tapi statusnya lahan TPU. Kades ngotot kalau lahan itu Eks-Lapangan Sepakbola. Sedangkan warga tau persis kalau itu lahan TPU,” ujar Pamil.

Lanjut dia, sebagai pemimpin kepala desa tidak seharusnya bersikap demikian. Setidaknya, sekecil apapun masalah harus dipecahkan dengan bersama tanpa mengedepankan sikap arogan dan keegoisan dalam menjalankan kewajiban sebagai pemimpin rakyat.

“Kalau begini terus sikap seorang pemimpin ingin menang sendiri, demi menuruti keinginannya masyarakat dibuat bodoh. Seolah-olah keputusan ada di tangan kepala desa itu sendiri. Padahal pada Peraturan pembangunan dana desa sesuai UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, bahwa seluruh pembangunan yang ada didesa sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat berdasarkan hasil musyawarah desa, bukan berdasarkan kepentingan individu,” jelasnya.

Sementara itu, ASW, Kades Lubuk Ngin hingga saat ini belum berhasil dihubungi. (ufa)

copyright@linggauklik.com 2018

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Kriminal

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top