Connect with us

Di Mura Kekerasan Anak Masih Terjadi

Musirawas

Di Mura Kekerasan Anak Masih Terjadi

*DP3A Bentuk Aktifis “PTBM”

MUSI RAWAS LK-Lantaran masih sering terjadi kekerasan terhadap anak di Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Kabupaten Mura, telah membentuk aktifis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PTBM), untuk menanggulangi hal itu, dimana aktifis tersebut telah di berikan Surat Keputusan (SK), oleh kades dan lurah.

Hal tersebut dibenarkan, Kepala DP3A Kabupaten Mura, Jamil Kamal melalui Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (P2A), Sri saat dimintai keterangan, Rabu (1/1/2020).

“Iya, memang tidak bisa dipungkiri masih sering terjadi kekerasan terhadap anak, maka dari itu dibentuk aktifis guna mencegah hal tersebut,” kata Sri.

Sri menjelaskan, dari 163 desa di Kabupaten Mura, ada 133 desa yang aktifisnya sudah di SK kan oleh Kades dan Lurah, hanya ada 30 desa yang belum ada aktifis dan diperkirakan secepatnya akan menyusul seperti desa lainnya.

“Masih ada 30 desa lagi yang belum ada aktifis, namun desa tersebut secepatnya akan menyusul,” jelas wanita berhijab ini

Lebih lanjut, Sri menjelaskan, aktifis PTBM ini bertugas untuk menemukenali kekerasan terhadap anak diwilayah Kabupaten Mura, sebelum terjadinya kekerasan terhadap anak.

“Nantinya bisa mencegah serta menekan angka kekerasan terhadap anak,” ucapnya.

Kembali ia menjelaskan, adapun aktifis PTBM beranggotakan, toko agama, toko adat, toko anak dan lain-lain yang masing disetiap desa dan kelurahan.

Mengenai permasalahan gaji aktifis PTBM menggunakan anggaran desa melalui dana desa, itupun sudah dikoordinasikan dengan kades dan lurah diwilayah Kabupaten Mura.

“Sebenarnya, dibentuk aktifis PTBM ini selain menekan kekerasan terhadap anak, yakni guna mewujudkan Kecamatan hingga Kabupaten layak anak,” tutupnya.(Roem)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top