Connect with us

Cara Unik Hendri Moe Tangkap Ikan di Sungai Gegas, Hasilnya Wow!

Foto: Hendri Moe saat berada di tempat jebakan lompatan ikan buatanya

Musirawas

Cara Unik Hendri Moe Tangkap Ikan di Sungai Gegas, Hasilnya Wow!

MUSIRAWAS,LK-Banyak cara orang menangkap ikan di sungai, menangkap ikan bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai alat, salah satu adalah dengan membuat jebakan yang bernama Lumpatan.

Jebakan Lumpatan ala warga Desa Temuan Gegas, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK) Kabupaten Musirawas (Mura) dibuat dengan menggunakan bambu.

Sebuah lumpatan membutuhkan puluhan hingga seratusan batang bambu. Ditambah lagi dibuat pondok ditengah sungai, selain tempat beristirahat juga tempat memantau ikan.

Jebakan ini memang unik, cara membuatnya pun tidak gampang membutuhkan waktu dan proses panjang hingga lumpatan terbentuk.

Tradisi mencari ikan masuk dengan lumpatan, merupakan tradisi dari jaman nenek moyang terdahulu dan turun menurun hingga saat ini.

Lumpatan biasa dipasang masyarakat saat musim penghujan atau saat Sungai meluap. Biasanya saat sungai meluat itulah waktu yang tepat untuk mencari ikan.

 

Foto: perangkap ikan tang diberi nama lompatan.

“Kalau air sungai gegas meluap ikan dari arah ulu akan ke hilir melawan arus, atau biasa disebut ikan mudik,”kata Hendri Moe yang merupakan satu-satunya orang yang terispitarif dan pengarajin tangkapan tradisonal Lumpatan, Kamis (27/12/2019).

Lumpatan umumnya diletakkan tepat di tengah sungai, karena ikan yang terjebak di alat tersebut akan melompat karena berusaha menyelamatkan diri.

menurut Hendri, ia membuat lumpatan  dibuat selama 32 hari, tersusun dari bambu dan kayu. Panjang lumpat sekitar puluhan meter dengan lebar lebih kurang satu meter berbentuk kotak. Lalu lumpatan yang telah dirangkai seperti kotak itu diletakkan ke tengah sungai.

“Kalau posisinya seperti menungging, satu pangkal tempat air masuk  tenggelam ke dasar sungai dan diarah buntut meninggi, tujuannya agar ikan yang terjebak bisa kita ambil,”ungkap ia

Ikan yang terjebak menggelepar tak dapat keluar karena dorongan arus akan kuat di pintu lumpatan, ikan akan terdorong ke bagian lumpatan yang tinggi karena saat posisi lumpatan meninggi maka air akan secara otomatis keluar dari sela belahan bambu yang disusun sedemikian rupa itu.

Saat Linggauklik ikut mencari ikan. Dan menunggu posisi lumpatan yang meninggi sekitar 30 menit terlihat ikan mulai kehabisan tenaga melawan arus akan terjebak, tim Linggauklik langsung saja didatangi ikan jenis lambak yang berukuran sedang.

“Ini asli ikan segar dari sungai yang masih asri,” jelas Hendri.

Jenis ikan yang biasa didapatkan umumnya ikan lambak, Sebarau, baung dan ikan khas sungai gegas. Tapi yang paling banyak didapatkan ikan lambak dan sebarau.

Mengenai hasil penangkapan, Hendri tidak dapat memastikan jumlahnya, karena tiap kali memanen jumlah yang diperoleh berbeda. Tentunya jumlah tangkapan ikan, itu tergantung kondisi air, kalau air lagi meluap nah biasanya banyak dapat ikan.

“Kemaren waktu pertama sungai meluap, kita dapat ikan hampir 1 ton,”ungkapnya.

Memang dalam satu hari dia bisa menghasilkan puluhan sampai ratusan kilogram ikan segar dan itu akan dijualnya dan sebagian untuk dikonsumsi sendiri. Untuk Ikan lambak ia juak perkilo Rp10.000 sementara ikan sebarau ia jual perkilonya dengan harga Rp40.000.

“Alhamdulillah ini rejeki musiman dan rejeki dari sang pencipta semesta alam,”ungkapnya.

Sembari menunggu ikan, Tim Linggauklik.com duduk di  pondok yang buat Hendri ditengah sungai sambil menikmati hembusan angin ditambah menikmati ikan sebarau bakar.

 

Tentunya hal asri seperti ini sangat susah dijumpai oleh masyarakat perkotaan.(rdw)

Penulis : Sudirman – copyright@linggauklik.com 2019

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top