Connect with us

Bupati dan Kalapas : Di Bina Jasmani dan Rohani, Jangan Kembali Terlibat Narkoba

Kalapas Narkotika Kelas II A Muara Beliti, Rudik Erminanto, Kalapas Kelas II A Lubuklinggau, Imam Purwanto dan Kalapas Kelas III Surolangun, Indra Yuda, Bupati Mura, H Hendra Gunawan, Kepala BNN Mura, Hendra Amoer, Mewakili Kepala BNN Lubuklinggau, Apandi, Kasatnarkoba Polres Mura, AKP Haerudin, Kasatnarkoba Polres Lubuklinggau, Iptu Sofian Hadi, perwakilan Kejaksaan Negeri Lubuklinggau serta 250 Narapidana (Napi), yang akan direhabilitasi Lembaga Permasyarakatan (Lapas), Narkotika Kelas II A Muara Beliti mengelar kegiatan Rehabilitasi Sosial Tahap Ke-II di gedung serbaguna, Kamis (9/7/2020).

Musirawas

Bupati dan Kalapas : Di Bina Jasmani dan Rohani, Jangan Kembali Terlibat Narkoba

*500 Napi Di Rehabilitasi Sosial

MUSI RAWAS LK-Pegawai Lembaga Permasyarakatan (Lapas), Narkotika Kelas II A Muara Beliti mengelar kegiatan Rehabilitasi Sosial Tahap Ke-II di gedung serbaguna, Kamis (9/7/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung, Kalapas Narkotika Kelas II A Muara Beliti, Rudik Erminanto, Kalapas Kelas II A Lubuklinggau, Imam Purwanto dan Kalapas Kelas III Surolangun, Indra Yuda.

Serta hadir langsung, Bupati Mura, H Hendra Gunawan, Kepala BNN Mura, Hendra Amoer, Mewakili Kepala BNN Lubuklinggau, Apandi, Kasatnarkoba Polres Mura, AKP Haerudin, Kasatnarkoba Polres Lubuklinggau, Iptu Sofian Hadi, perwakilan Kejaksaan Negeri Lubuklinggau serta 250 Narapidana (Napi), yang akan direhabilitasi.

Dalam kesempatan itu, Kalapas Narkotika Kelas II A Muara Beliti, Rudik Erminanto menyampaikan sambutannya pihaknya sangat bangga karena kegiatan ini dihadiri langsung, Bupati Mura, H Hendra Gunawan serta para tamu undangan lainnya.

Dengan kehadiran tersebut, bisa memotivasi para pegawai lapas dan napi untuk mengikuti kegiatan rehabilitasi ini.

“Artinya, tidak hanya pemerintah pusat ternyata pemerintah daerah juga, ikuti memotivasi para napi agar tidak kembali terlibat narkoba hingga kembali ke masyarakat seutuhnya,” kata Rudik sapaanya.

Kalapas menjelaskan, untuk diketahui rehabilitasi ini melibatkan intansi dan kerjasama diantaranya Dinkes, Klinik Asyifa, serta BNN Kabupaten Mura.

Hari ini, ada 250 napi yang dilakukan rehabilitasi sosial, ini merupakan tahap II, namun sebelumnya sudah dilakukan rehabilitasi tahap I sebanyak 250 napi jadi jumlahnya ada 500 napi.

“Untuk hari, jumlah total keseluruhan warga binaan 814 meliputi Napi dan Tahanan, dengan jumlah 721 napi dan 93 tahanan,” jelas kalapas.

Lebih lanjut, kalapas menjelaskan, adapun kegiatan rehabilitasi yang telah dilakukan diantaranya, pembinaan jasmani berupa olahraga dan senam, kemudian rohani mendatangkan ustad untuk bimbingan rohani.

Hanya saja untuk bimbingan rohani mendatangkan ustad dari luar, untuk sementara tiga bulan ditiadakan karena pandemi covid 19, begitu juga dengan kunjungan/jam besuk.

“Dan untuk diketahui, saat ini didalam lapas sudah ada berbagai keterampilan yang dilakukan diantaranya, ternak bebek, ternak sapi, cukur rambut dan pembuatan tempe sendiri hanya saja untuk kebutuhan warga binaan,” tutupnya.

Sementara itu, Kasi Binadik, Triana Agustin menambahkan tentunya sebagai tugas pembinaan dan pendidikan akan semaksimal mungkin untuk melakukan tugas tersebut agar para warga binaan banyak berbuat positif baik didalam lapas maupun saat setelah bebas nanti.

Salah satu kegiatan positif, yakni pada hari ini bertepatan dengan rehabilitasi sosial para napi ada tim tari, grup band serta kesenian dan pengembangan bakat lainnya.

“Terbukti, hari ini ditampilkan tari kreasi, dan penampilan band yang semuanya timnya dari napi, dan hasilnya cukup puas bisa menghibur tamu undangan, terbukti Bupati Mura, H Hendra Gunawan nyanyi bersama grup band dua lagu sekaligus,” tutupnya.

Kemudian, Bupati Mura, H Hendra Gunawan menyampaikan sambutan arahannya berbicara mengenai narkoba ini merupakan cobaan dan ujian sehingga bisa tergoda sert terlibat dengan narkoba.

“Karena seperti kita ketahui, korban dari narkoba tidak mengenal usia, latar belakang, jabatan serta jenis kelamin,” kata bupati.

H2G sapaanya menjelaskan, kepada napi yang akan mengikuti rehabilitasi kiranya untuk mengikuti aktifitas rehab dengan sebaik-baiknya.

“Setidaknya, apabila telah mengikuti rehabilitasi ini, nantinya setelah bebas bisa menyumbangkan pikiran, karya terbaik ditengah masyarakat serta tidak kembali tersandung dengan perkara narkoba,” tutup bupati.(Roem)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top