Connect with us

Bukan Jejak Harimau, Diduga Tapir

Musirawas

Bukan Jejak Harimau, Diduga Tapir

MUSI RAWAS LK– Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi wilayah II Lahat menduga jika temuan jejak kaki yang sempat diduga merupakan jejak kaki harimau diarea perkebunan Dusun V Desa Q1 Tambah Asri Kecamatan Tugumulyo beberapa hari lalu merupakan jejak kaki hewan tapir.

Kepala Seksi Konsevasi Wilayah 2 Lahat, Martialis mengatakan pihaknya sudah mendapatkan foto jejak kaki yang sempat diduga merupakan jejak kaki harimau. Namun, setelah dilakukan pengecekan pihaknya terhadap foto jejak kaki tersebut, pihaknya menduga jika foto jejak kaki tersebut merupakan jejak kaki hewan tapir.

“Itu tapir, jejak tapir. Sudah dapat foto jejaknya, tapir itu,” ujarnya.

Ia menambahkan lagi, jika dilihat dari jejak kaki tersebut maka diduga itu bukan jejak kaki harimau.

“Kalau kita jelas dari jejak. Kalau jejak sudah pasti tapir itu. Ya kalau namanya saksi ya kita jadikan informasi. Tapi yang paling valid kan jejak. Tim KPA sudah kelapangan dan minta informasi jejaknya,”terangnya.

Kemudian, jika lokasi temuan jejak kaki tersebut cukup jauh dari kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Disamping itu, lokasi juga jauh dari spot tempat keberadaan harimau.

“Dari TNKS jauh juga. Dari spot harimau juga gak ada dekat situ,” timpalnya.

Ditempat terpisah Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mura, Eko mengungkapkan berdasarkan evaluasi pihaknya di 2019 kemarin akibat kebakaran lahan dan hutan biasanya mulai muncul ular-ular yang ukurannya besar.

“Akibat lahan itu terbakar jadi mulai munculnya ular yang ukurannya besar,”tutur Eko.

Kata Eko, itu akan membahayakan dan ancaman terhadap warga ketika hewan itu masuk ke perkampungan.

“Nah ini harus diantisipasi. Mungkin habitat dia terganggu, karena kebakaran hutan itu tempat rumah dia kebakar,”tutupnya.(Roem)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top