Connect with us

BPBD : 135 Hektar Lahan Perkebunan di Mura Terbakar 

Musirawas

BPBD : 135 Hektar Lahan Perkebunan di Mura Terbakar 

MUSI RAWAS LK- Terhitung awal Maret hingga September 2019, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus terjadi di Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Adapun, dari hasil upaya penangulangan, lebih kurang 135 Hektar lahan sebagian besar Ilalang dan lahan perkebunan sawit warga terbakar.

Kepastian itu disampaikan, Kepala pelaksana (Kalak) BPBD Mura Paisol melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Bencanan Eko Sepriwan didamping Pusdalops Novan ketika dibincangi awak media.

Dijelaskanya, semua berdasarkan hasil evaluasi pengangulangan bencana karhutla. Terpantau, kejadian pembakaran lahan di Kabupaten Mura mengalami peningkatan.

Dimana, sebelumnya sejak Juli 2019 dibeberapa wilayah Kecamatan Tugumulyo, Muara Kelingi dan Purwodadi sebanyak 25 Hektar lahan terbakar.

Kemudian, ditambah awal september telah terjadi didua lokasi Desa Mekar Sari Muara Kelingi lahan semak belukar dan perkebunan sawit seluas 90 hektar dan 20 Hektar lahan Desa Sukaraya BTS Ulu terbakar

“Untuk karhutla, kita BPBD keseluruhan kita padamkan 135 Hektar lahan sebagian besar Ilalang dan lahan perkebunan sawit terbakar berhasil dipadamkan. Dan sampai sejauh ini, baik dalam penangulangan kebakaran lahan belum ada ditemukan korban jiwa,”terangnya.

Lebih jauh, Eko menyebutkan dalam penangulangan pemadaman kebakaran lahan. Pihaknya bersama tim penagulangan, telah berupaya maksimal.

Namun, menjadi perhatian serius bagaimana upaya gankum penindakan tegas terhadap pelaku pembakar lahan.

“Karena, jika hanya kita BPBD terus ada kebakaran lahan memadamkan. Kemudian, setelah padam lahan kembali ditanami tanpa ada tindak tegas. Tentunya, bukanlah solusi dalam mengatasi akan timbulnya dampak asap yang kembali warga disusahkan,”ucapnya.

Tidak hanya itu, sampai dengan sekarang menjadi kendala dihadapi BPBD dalam penangulangan karhutla.

“Banyak hal menjadi kendala dalam penangulangan karhutla. Mulai dari kendala jarak tempu, lokasi terjadinya kebakaran lahan. Kemudian, kendala kekurangan personil handal dalam penangulangan kebakaran, keterbatasan peralatan pemadam menjangka luasnya lahan terbakar,” tutupnya.(Roem)

Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top