Connect with us

Bentuk Empat Klaster Tangani Karhutla

Musirawas

Bentuk Empat Klaster Tangani Karhutla

MUSI RAWAS LK– Kodim 0406 Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara (MLM) membentuk wilayah klaster untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dimasing-masing wilayah di Kabupaten Mura.

“Kemarin dari Kodim sudah membuat klaster di Mura. Jadi klaster itu terdiri dari masyarakat peduli api, BPBD, TNI, Polri dan pihak perusahaan,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mura, Eko.

Dikatakannya, ke empat klaster tersebut meliputi klaster 1 wilayah Muara Lakitan, Muara kelingi, BTS Ulu Cecar. Lalu klaster 2 meliputi wilayah Tuah Negeri, TPK dan Jayaloka. Kemudian klaster 3 meliputi Sumber Harta, Terawas dan Selangit. Kemudian klaster 4 meliputi Megang Sakti, Purwodadi dan Tugumulyo.

Menurut ia, klaster itu dibuat apabila terjadi kebakaran yang masih bisa diatasi oleh yang tidak terlalu tingkatnya bukan high, medium.

“Nah itu bisa diatasi di daerah masing-masing didaerah-daerah klaster,”terangnya.

Eko menambahkan, itu merupakan tanggung jawab masing-masing klaster. Misal terjadi kebakaran di Kelingi, artinya perusahaan yang ada disekitar Lakitan, BTS Ulu Cecar dan kelingi turut sama-sama memadamkan. Termasuk TNI, Babinsa, Babinkamtibmas dengan masyarakat bergabung sama-sama dan juga kalau misalnya terjadi api tetap memadamkan api.

Kemudian jika tidak bisa diatasi klaster, mereka akan menghubungi tim yang besar lagi terdiri dari BPBD, Polres, Damkar dan Kodim.

“Kita sama-sama berangkat mendukung memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang kelasnya high. Jadi memang harus butuh peralatan yang pompa tekanan tinggi nah kita suplai alat-alat, kemudian air yang banyak,”paparnya.

Sementara itu untuk titik hot spot diwilayah Kabupaten Mura sejauh ini banyak tersebar di wilayah Kecamatan Selangit, Terawas, BTS Ulu Cecar, Muara Lakitan, Muara Kelingi dan sebagian di Muara Beliti. Namun, dari data untuk yang high, fire hotspot itu terdata baru tiga titik di lokasi wilayah Muara Lakitan dan BTS Ulu.

Eko juga menjelaskan, per 24 Agustus total hot spot diwilayah Mura terdapat 21 hot spot. Dimana, sedang ada 18, tinggi yang high ada 3.

“Jadi total keseluruhan 21. Ini secara global sumber data hot spot dari lapan. Dari 21 tersebar didaerah Lakitan, Kelingi, BTS Ulu, Terawas, Selangit dan sebagian di Muara Beliti,”bebernya.

Kemudian, penyebab rata-rata masih ada oknum masyarakat yang membuka lahan diduga dengan cara dibakar. Dimana, ini kemungkinan masih dengan kebiasaan-kebiasaan lama, sebenarnya dibulan Juli mereka sudah nebas, pada saat dimusim kemarau yang sekarang ini mulainya puncak-puncaknya itu dibulan Agustus kemarin mulai dari awal Agustus kemarin sampai dengan sekarang.

Meski begitu, kata Eko, sejauh ini belum ada masyarakat yang diproses gakum’nya dilapangan karena mungkin masih tahap ini ketika kita groundcheck dilokasi itu tidak ada orang, kosong.(Roem)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top