Connect with us

Agus Hilman : Memasuki Musim Kemarau, Volume Debit Air Sungai Susut 20 Persen

Kepala UPTD BLUD-SPAM, Kabupaten Mura, Agus Hilman

Musirawas

Agus Hilman : Memasuki Musim Kemarau, Volume Debit Air Sungai Susut 20 Persen

MUSI RAWAS LK-Memasuki peralihan musim yang mulai memasuki musim kemarau, tentu saja yang menjadi sorotan yakni air.

Terbukti dengan susutnya debit air di beberapa sungai yang ada di Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Hal ini menjadikan hal yang serius oleh pihak, UPTD Badan Layanan Umum Daerah Sistem Penyedian Air Minum (BLUD-SPAM), Kabupaten Musi Rawas (Mura).

“Memang benar, saat ini volume debit air sungai saat ini mulai susut, adapun susutnya sekitar 20 persen,” kata Kepala UPTD BLUD-SPAM, Kabupaten Mura, Agus Hilman.

Agus menjelaskan, sebenarnya hampir setiap tahun sejumlah daerah, tak terkecuali Kabupaten Mura menghadapi musim kemarau.

Adapun kaitannya, semua dampak terjadinya kemarau membuat sejumlah lokasi wilayah kecamatan kesulitan memiliki sumber air baku, mulai dari Kecamatan Kelingi, Muara Lakitan, terdapatnya sumber air baku berasal dari Sungai Musi, kemudian, wilayah Kecamatan TPK bersumber dari sungai Beliti.

Lalu, Kecamatan Megang Sakti bersumber dari Sungai Muara Megang, semuanya menjadi perhatian serius.

“Maka dari itu, merutinkan pengawasan lokasi berdirinya jaringan SPAM, begitu juga kondisi pompa harus dengan tepatnya, jangan sampai nantinya kondisi pompa tidak terendam takutnya mengakibatkan pompa terbakar,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, nantinya apabila kondisi kemarau panjang, hujan tidak turun, untuk menangulangi, pemenuhan air bersih bagi dampak menyeluruh kekeringan dialami semua warga.

Tentunya, suplay air bersih menjadi kewenangan bersama, salah satunya BPBD sebagai istansi berwenang guna menangulangi terjadi namanya musibah bencana alam kekeringan.

“Jika pun, kalalu lah memang kekeringan hebat terjadi. Suplay air bersih disuatu wilayah bahkan dilingkup kabupaten. Tentunya sudah menjadi dampak dari pada bencana alam kekeringan. Kita BLUD SPAM pelayanan jasa bagi pelanggan air bersih, dan semua itu akan menjadi tanggung jawabnya BPBD sebagai Istansi penangulangan bencana bertindak menjadi kewenanganya berikan tindakan langkah penangulangan baik pun soal kebutuhan suplay air bersih untuk warga korban kekeringan,”ucap pria low profiel ini.

Agus menambahkan, kemudian untuk peralatan salah satunya pompa tahun ini belum bisa dilakukan, lantaran pengaruh dari bencana non alam yakni Covid 19.

“Namun, tahun depan mudah-mudahan covid 19 ini bisa diantisifasi sehingga tidak ada permasalahan anggaran, sehingga bisa menganggarkan untuk peralatan salah satunya pompa. Apalagi untuk diketahui jumlah total pelanggan kita yakni berjumlah, 10.907 tersebar di 12 kecamatan, Selangit, Teras, Sumberharta, Tugumulyo, Megang Sakit, Muara Beliti, TPK, Tuah Negeri, BTS Ulu, Jayaloka, Muara Kelingi dan Muara Lakinya,” harapnya.(Roem)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

Follow me on Twitter

LinggauKlik

To Top