Connect with us

Adi Winata :20 Hektar Lahan Peti Kemas Proses Penerbitan Sertifikat

Musirawas

Adi Winata :20 Hektar Lahan Peti Kemas Proses Penerbitan Sertifikat

MUSIRAWAS LK- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura, melalui Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Adi Winata mengklaim. ‎Kejelasan konflik lahan peti kemas, terus berproses.

Dimana, hingga pengujung akhir tahun 2018. Kurang lebih 20 Hektar lahan, sebelumnya kuasai pihak PT. AKL telah kembali. Bahkan, keberadaan lahan sendiri tengah dalam proses pembuatan sertifikat.

“Soal peti kemas, terutama mengenai 20 Hektar lahan. Kita pastikan lahan tengah dibuat sertifikatnya, melalui perkim yang telah mengajukan ke BPN. Dan kita pastikan lahan itu, kepemilikan milik pemda,”katanya ketika dibincangi diruang kerjanya. Rabu (7/11) siang.
Diakuinya, bahwa sudah sejak pertengahan tahun 2016. Pihaknya bersama kordinasi pemkab terus berupaya, melakukan berbagai kajian dan pengukuran batal wilayah, kebeeadan lahan berada di desa durian remuk guna merealisasi berdirinya kawasan peti kemas.
“Dari pengukuran terakhir, semua didapatkan 20 hektar lahan, yang sebagianya ada 2 Hektar telah ditanami kelapa sawit PT. AKL. Hanya saja, walau dengan beberapa kali pembahasan kita pastikan semuanya sudah clear lahan itu milik pemkab,”jelasnya.
“Sekali lagi, menindaklanjut itu kita dishub tidak ada pembiaran. Apalagi, memang sudah jadi aset. Maka, semuanya mesti harus lebih dulu dibuatkan sertifikatnya sebagai legalitas,”kata Adi sapaanya.

Sementara disinggung, keberadaan 2 Hektar telah menjadi perkebunan sawit. Ditegaskan, mantan camat Muara Lakitan.

Mengenai tindaklanjut terhadap lahan berdiri dengan tanam tumbuh, sesuai perencanaan lahan tersebut mesti kosong guna menunjang didirikan kawasan peti kemas.

“Kembali mengenai keberadaan lahan, jika memang semua sudah tuntas. Kedepan, pada saat diperuntujan. Tidak tau menau, lahan sudah harus diratakan. Sebagaiman sudah  menjadi keperuntukan, yakni dijadikan kawasan peti kemas,”tandasnya.
Selain itu, sambung Adi menambahkan, bahwa belum lama adanya kehadiran menhub secara lisan membuka wacana, layaknya kawasan lahan peti kemas dijadikan stasiun kereta api.
“Tidak hanya jadi kawasan peti kemas, kalau dari responnya kemenhub walaun hanya bentuk lisanya menawarkan layaknya, kawasan peti kemas dijadikan statiun kereta api. Walapun, dahulu memang ada wacana pemidahan statiun di ari kuti mengatikan statiun yang ada sekarang,”tutupnya.(Hendy Renaldy)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top