Connect with us

67 Warga Mura Terjangkit DBD

Musirawas

67 Warga Mura Terjangkit DBD

*Pasien DBD Meningkat‎
‎MUSI RAWAS LK-Terhitung mulai Januari hingga Oktober 2018, sedikitnya ada 67 warga di Kabupaten Musi Rawas (Mura), t‎erjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Data tersebut diperoleh dari laporan petugas medis Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) masing-masing kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Kabupaten Mura, Hj Mipta Hulummi, melalui Sekretaris Muhammad Nizar mengatakan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh virus Dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Virus tersebut akan masuk ke aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk. Biasanya, jenis nyamuk ini menggigit di pagi hari sampai sore menjelang petang.

“Ppenularannya DBD terjadi bila seseorang yang terinfeksi digigit oleh nyamuk perantara. Virus dari orang yang terinfeksi akan dibawa oleh nyamuk, dan menginfeksi orang lain yang digigit nyamuk tersebut. Virus Dengue hanya menular melalui nyamuk, dan tidak dari orang ke orang,” kata Nizar.

Nizar menjelaskan, penyakit DBD khususnya yang terjadi di Mura, belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Sebab, semua kerentanan penyakit DBD sendiri, terjadi wilayah daerah perkotaan yang padat penduduk.

“DBD di Mura tentunya belumlah menghawatirkan. Secara laporan memang tinggi yakni sebanyak 67 orang terjangkit DBD, dan memang Mura termasuk daerah endemis. Namun dari sejak 2015 lalu belum ada kejadian KLB, tapi di 2014 lalu ada satu KLB hingga meninggal dunia,” jelas pria berkacamata ini.
Lebih lanjut, Nizar menjelaskan, kendati demikian, namun pihaknya menanggapi serius terkait DBD. Salah satunya dengan terus melakukan sosialisasi dan mengingatkan seluruh warga Mura untuk bisa berprilaku hidup sehat sebagaimana upaya pencegahan mewabahnya penyakit.
“Baik petugas medis maupun warga masyarakat harus tetap waspada. Bahkan, jika menemui warga terjangkit DBD segeralah melapor Puskemas terdekat. Jangan sampai, ketika telah banyak warga terserang barulah hendak melapor,” ucapnya.
Ditambahkannya, untuk kasus penderita DBD tahun ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang hanya 51 penderita saja, dan ditahun 2016 sebanyak 163 penderita, di 2015 sebanyak 90 penderita dan di tahun 2014 yang pernah terjadi KLB hanya mencapai 16 penderita saja.
“Artinya dengan angka statistika tersebut, kasus DBD memang menjadi salah satu penyakit masyarakat yang perlu diwaspadai. Karena dari data itu, kasus tersebut selalu tinggi disetiap tahunnya,” ungkapnya.
Dijelaskannya, dari 67 warga yang terjangkit DBD dengan rincian dan dominan terjadi di wilayah kerja Puskesmas C Nawangsasi sebanyak 25 kasus, kemudian di Muara Beliti 11 kasus, Megang Sakti 5 kasus, L Sidoharjo 4 kasus, O Mangun Harjo 4 kasus, Muara Lakitan 4 kasus, Kelingi IVC 3 kasus, Terawas 2 kasus, Cecar 2 kasus, Selangit 2 kasus, Muara Kati 1 kasus, dan Puskesmas Pian Raya 1 kasus.
Sedangkan untuk upaya pencegahan, maka warga agar meningkatkan gerakan hidup sehat dengan menjaga kebersihan dilingkungan secara rutin serta mendeteksi penyakit sedini mungkin. Bahkan, apabila ada anak yang menderita penyakit demam panas dan tidak turun-turun selama tiga hari disertai bintik-bintik merah serta keluar darah dari hidung maka kuat dugaan itu adalah gejala DBD dan harus dilakukan pemeriksaan di Puskesmas.
“Kami juga mengimbau agar warga membantu dalam pemberantasan jentik nyamuk, mengubur barang bekas, serta membakar, jangan menggantungkan pakaian didalam ruangan gelap serta akan lebih baik menggunakan kelambu,”
tutupnya.(Roem Royen)

 

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top