Connect with us

5917 Warga Mura Pengangguran

Musirawas

5917 Warga Mura Pengangguran

MUSIRAWAS LK– Berdasarkan hasil evaluasi akhir pendataan, dipengunjung akhir tahun 2018. Kurang lebih 5917 jiwa warga masyarakat Kabupaten Musi Rawas (Mura) belum bekerja alias penganguran.

Kepastian itu disampaikan, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Mura Yapan ketika dibincang sejumlah awak media, ruang kerjanya. Kemarin (13/11) siang.

Menurutnya, bahwa sebagaimana hampir setiap tahunya. Aktivitas, sebagian besar warga masyarakat. Terutama kalangan pemuda, kategori lulusan SMU dan sarjana antusian mendatangi kantor pelayanan membuat persyaratan kartu kerja (AK1) guna melengkapi melamar pekerjaan. Hanya saja, terhitung sejak januari hingga november 2018 keberadaan warga masyarakat belum atau tidak bekerja (mengangur) terus bertambah.

“Untuk angka penganguran, kita di Mura meningkat 2.80 persen. Atau kurang lebih, 5917 jiwa. Dan semuanya, rata-rata warga masyarkar penganguransektor formal,”terangnya.
Tidak hanta itu, lebih jauh Yapan sapaan akrab menyebutkan bahwa dari jumlah ribuan jiwa warga menjadi penganguran. Sebagian besar banyak faktor, sehingga memilih untuk tidak bekerja.
“Kalau melihat dari keberadaan. Penganguran terjadi di Mura, semuanya tidak lain penganguran mulai dari tamatan SMA ataupu dari sumber sarjana. Itupun, kami secara persis menjadi penyembabnya tidak mengetahui persis,”kilanya.
Hanya saja, dari segala upaya pihakya mengklaim telah lakukan berbagai program. Salah satunya, kerjasama pihak terkait membukan pengumuman informasi pekerjaan di kantor layanan Dinaskertrans.
“Tugas kita dinaskertrans. Kita telah menyiapakan pelayanan, pembuatan AK1. Dan terobosanya kita berikan kemudahan gratis dan hanya diproses 15 menit selesai,”tandasnya.
Sementara itu, Kabid Penta Kerja, Hendrawanto mengatakan bahwa dari semua jumlah angka pelamar kerja. Selama kurun waktu, januari hingga oktober 2018 semua mengalami penikatan dengan jumlah sudah ada sebanyak 1. 140 jiwa warga mengurus pembuatan AK1.
“Mengenai angka penganguran semua ada menbidangi. Dan kita disini penta kerja. Sudah mencatat selama 10 bulan terakhir ada sebabyak 1.140 jiwa warga masyarakat mencetak AKI. Dan semuanya ada sebanyak 621 orang laki-laki dan 519 orang prempuan,”sebutnya
Sedangkan terperinci, masing-masing 14 kecamatan. Diantaranya mulai januari itu ada sebanyak 104 laki 38 perempuan, kemudian februari ada sekitar 44 laki-laki dan 41 orang perempuan.

“Di bulan maret itu laki-laki sebanyak 23 dan 18 perempuan. Selanjutnya bulan april ada 36 laki-laki dan 22 perempuan, dibulan mei, 36 laki-laki dan 29 perempuan,  juni 50 laki-laki dan 37 perempuan, juli 74 laki-laki dan 94 perempuan, agustus 62 orang laki-laki dan 49 perempuan dan juga september 105 laki-laki dan 104 perempuan kemudian terkahir itu oktober ada sebanya 87 laki-laki dan 86 perempuan,”bebernya.

Sementara tujuan kerjanya sendiri, ditambahkan Hendrawanto semuanya pelamar tujuanya bekerja ke pulau jawa.

“Untuk trandnya pencaker sendiri. Sama setiap tahun. Membuat AK1 kebanyakan tujuan bekerja ke pulau jawa.  Dan ada pulan kerja ke luar negeri jadi TKI Sampai november 2018 itu ada 30 orang bekerja ke singapore malaysia dan thailand,”tutupnya.(Roem Royen)‎

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top