Connect with us

36 Ribu Masyarakat di Selamatkan BNNK Mura‎

Musirawas

36 Ribu Masyarakat di Selamatkan BNNK Mura‎

*3 Kg Lebih Sabu Gagal Edar

MUSI RAWAS LK-Badan Narkotika Nasional (BNN), Kabupaten Musi Rawas (Mura), mengelar press release pencapain kinerja selama 2018.

Sedikitnya ada 4 jaringan narkoba lintas Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang diduga dikendalikan dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas), Narkotika Kelas II A Lubuklinggau berhasil diungkap bersama dengan BNN Provinsi Sumsel, d‎ari 4 jaringan tersebut diamankan barang bukti (BB), sabu seberat 3 Kg dan 5200 butir ekstasi.

Kemudian, berdasarkan laporan perkara narkotika dari empat lembaga yakni, LKM, BNNK Mura dan BNNP Sumsel ditahan delapan tersangka dengan jumlah BB diamankan sabu seberat 150,54 gram, serbuk ekstasi seberat 1,94 gram dan ekstasi oplosan 4.90 butir.

Sedangkan pelayanan rehabilitasi di Klinik Fratama ‎ada 23 dilakukan rehabilitasi dengan rincian 15 resident rawat jalan dan 8 resident rawa inap lembaga rehabilitasi Bogor dan Lampung Selatan.

Kepala BNNK Mura, Hendra Amoer mengatakan bahwa sengaja dilakukan press release pencapain kinerja 2018, sebab ini penting disampaikan sebagai bentuk moril dan materi atas amanah diberikan kepada pihaknya sebagai pencegahan, pemberantasan, penyalagunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Jadi terhadap itu semua mengenai penggunaan anggaran tersebut, dan apa yang dilakukan maka dari itu disampaikan dengan press release,” kata Hendra Amoer, Kamis (27/12/2018).

Hendra sapaanya menjelaskan, BNN ini mempunyai tiga tugas pokok yakni pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, kemudian rehabilitasi serta pemberantasan.

Mengenai pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, menurut dipa kami diberikan terget 10 kegiatan semuanya sudah dilaksanakan, dan ditambah dengan 50 kegiatan non dipa dengan jumlah sasaran 48.270 peserta dilakukan kegiatan dengan sosialisasi, melalui radio serta melaksanakan kegiatan dipa yang bentuknya pelaksanaan tes urine.

“Sebenarnya BNN minim dalam berbagai hal baik anggaran dan SDM, untuk menutupi kegiatan itu bersinergiritas dengan komponen masyarakat, baik kepada organisasi masyarakat melakukan kerjasama tujuh organisasi keagamaan diantaranya, MUI, Muhammadiah, NU, FKUB, Forum Pembahuran Kebangsaan, Forum Kebangsaan Dini serta kerjasama dengan OPD diataranya, Kesbangpol, Dinkes, Disdik serta DPPKB,” jelas Hendra.

Lebih lanjut, Hendra menjelaskan, pihaknya telah mengamankan 4 ‎jaringan narkoba lintas Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang diduga dikendalikan dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas), Narkotika Kelas II A Lubuklinggau berhasil diungkap bersama dengan BNN Provinsi Sumsel, d‎ari 4 jaringan tersebut diamankan barang bukti (BB), sabu seberat 3 Kg dan 5200 butir ekstasi.

Kemudian, berdasarkan laporan perkara narkotika dari empat lembaga yakni, LKM, BNNK Mura dan BNNP Sumsel ditahan delapan tersangka dengan jumlah BB diamankan sabu seberat 150,54 gram, serbuk ekstasi seberat 1,94 gram dan ekstasi oplosan 4.90 butir.

“Kalau pelayanan rehabilitasi di Klinik Fratama ‎ada 23 dilakukan rehabilitasi dengan rincian 15 resident rawat jalan dan 8 resident rawa inap lembaga rehabilitasi Bogor dan Lampung Selatan,” ucap Hendra.

Hendra mengatakan bahwa mengenai rehabilitasi saat ini masih mengalami kendala, kebanyakan masyarakat masih menutupi adanya penyalagunaan narkoba baik warga setempat, tetangga bahkan anggota keluarganya sendiri.

“Setidaknya d‎engan kerjasama berbagai pihak bisa teratasi penyalagunaan narkoba. Maka dari itu, kepada orangtua dan keluarga tidak menutupi penyalagunaan narkoba. Namun yang jelas, dari BB diamankan bisa menyelamatkan 16 ribu masyarakat dari pengaruh ekstasi, sedangkan sabu bisa menyelamatkan 20 ribu masyarakat,‎” tutup kepala BNNK Mura.(Roem Royen)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Apa Komentarmu

More in Musirawas

Trending

Terkini

RSS ANDROID NEWBIE ID

LinggauKlik

To Top